inovasi portal berita
Sabtu, 4 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,995.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY: Gaduh Terus, Investor Tak Datang

Headline
Presiden SBY - inilah.com /Wirasatria
Oleh:
Rabu, 25 November 2009 | 14:43 WIB
INILAH.COM, Ambon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan semua pihak, apabila situasi Indonesia gaduh dan panas, maka investor tidak akan datang dan ekonomi tidak akan berkembang. Dia juga meminta mengurangi ketergantungan kepada volume ekspor dan memperkuat ekonomi domestik.

Hal itu diungkapkan SBY saat meresmikan proyek-proyek infrastruktur Maluku di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tantui, Ambon. Menurut dia, menciptakan kondisi yang lebih baik bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata untuk, namun semua rakyat.

Kesejahteraan, kata dia tidak akan bisa meningkat apabila ekonomi tidak tumbuh. Sementara ekonomi tidak akan tumbuh apabila tidak ada investasi. Investasi sendiri tidak akan terjadi manakala keadaan tidak kondusif.

"Mari kita pahami benar, semua ikut bertanggungjawab. Tidak boleh hanya diserahkan kepada pemimpin semata, semua bertanggungjawab agar kondisinya baik," paparnya.

SBY mencontohkan keadaan Maluku yang mengalami konflik sosial pada 1999-2004 dan akhirnya tidak bisa membangun daerah selama peristiwa tersebut terjadi. "Sama saja dengan Indonesia. Kalau gaduh, panas-panasan, bagaimana investasi bisa datang. Bagaimana ekonomi bisa berkembang? Sama saja," ujarnya.

Dia berharap Indonesia menjadi negara yang selamat apabila terjadi lagi krisis keuangan yang melanda dunia. "Kita ingin menjadi negara yang menang dalam era globalisasi untuk membangun perekonomian kita di waktu yang akan datang," ujarnya.

Cara menghindari dampak krisis keuangan dunia, menurut SBY, adalah dengan mengurangi ketergantungan kepada volume ekspor dan memperkuat ekonomi domestik. Ekonomi daerah, lanjut dia, juga harus diperkuat dengan cara menarik investor ke daerah agar perekonomian daerah tumbuh.

"Kalau ekonomi masing-masing tumbuh, pertanian, industri, jasa, maka tidak harus kita mengandalkan perdagangan antar negara. Kita bisa melakukan perdagangan dalam negeri, antar pulau, provinsi, dan daerah," tuturnya. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.