INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mencoba melakukan negosiasi ulang sebelum berlakunya Free Trade Area antara ASEAN-China karena ada beberapa sektor yang belum siap bersaing secara bebas.
Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian MS Hidayat usai raker dengan Komisi VI DPR, Rabu (25/11). "FTA ASEAN-China tetap jalan tetapi kita coba merenegosiasikan ke ASEAN dan China karena beberapa sektor yang kita belum siap," katanya.
Free Trade Agreement ASEAN-China sudah ditandatangani sehingga Free Trade Area akan dimulai 1 Januari 2010. Artinya untuk tarif bea masuk diterapkan 0% untuk barang yang akan masuk dari China ke ASEAN dan sebaliknya.
Negosiasi ulang ini diawali dengan pertemuan antara Departemen Perindustrian dengan para pelaku industri yang dirasa belum siap. Hasil kesepatakan itu akan dijadikan nota keberatan kepada ASEAN. Jika Hal itu dipenuhi dengan diberikan jangka waktu tambahan oleh ASEAN di perpnjangnya maka selanjutnya nota keeberatan itu akan disampaikan kepada China.
Sektor-sektor yagn dirasa belum mampu bersaing di free trade area adalah baja, tekstil, petro chemical dan alas kaki. "Kita masih mengusahakan renegosiasi ini, tetapi kita harus mengerjakan PR ini agar dauya saing produk lokal bisa terpenuhi karena jika tidak terpenuhi akan menjadi masalah. Hal ini didsaari karena persaignan free trade area ini tidak bisa dihindari," ujarnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !