INILAH.COM, Florence - Penyerang muda Fiorentina, Stevan Jovetic, mungkin tidak sedang dalam kondisi fit, tetapi pemain kelahiran Montenegro itu lega timnya lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Fiorentina mengalahkan Lyon 1-0 berkat gol Juan Vargas dari titik putih. Tiga poin yang diperoleh membawa mereka ke puncak klasemen dengan total 12 poin, selisih dua poin dari Lyon di peringkat dua dan 5 poin dari Liverpool di peringkat tiga, dengan satu pertandingan tersisa.
Saya baik-baik saja, meski masih sedikit terasa sakit, terang Jovetic kepada TMW.
Apakah saya bermain melawan Inter (lawan mereka selanjutnya)? Masih terlalu dini untuk memprediksi. Saya tak diturunkan (pelatih Cesare Prandelli) malam ini, tetapi itu adalah pilihannya, bomber berusia 20 tahun itu menjelaskan.
Yang terpenting adalah kami menang, tegasnya.
Sementara itu, Sebastian Frey, sang penjaga gawang, meskipun berkewarganegaraan Prancis, sama sekali tidak menyesal timnya mengalahkan tim asal Prancis.
Malam ini saya sangat gembira, ujar sang penjinak bola kepada Sky usai pertandingan. Meski saya orang Perancis, saya merasa seperti orang Italia.
Kami lebih matang sebagai tim dibandingkan musim lalu. Di kandang, kami merasa lebih kuat, dan bisa memainkan taktik kami sendiri, dan ini yang penting, lanjutnya.
Saat saya melawan tim Prancis, saya justru lebih semangat karena saya adalah korban timnas. Malam ini, saya senang bisa tercatat dalam sejarah Fiorentina. Kami ingin meraih sesuatu yang dapat dikenang, dan kami berhasil, pungkas Frey, yang tak pernah dipanggil pelatih timnas Perancis Raymond Domenech, meski selalu tampil cemerlang bersama klubnya.[boy]