INILAH.COM, Jakarta - Menperin akan berkoordinasi dengan Menneg BUMN untuk melaksanakan restrukturisasi dan revitalisasi indusri gula karena pemain gula saat ini didominasi BUMN.
Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Komisi VI DPR, Rabu (25/11). "Depperin sudah melakukan koordinasi dengan kementerian negara BUMN karena pemain nya kebanyakan BUMN sperti PTPN (PT Perkebunan Nusantara) dan RNI (Rajawali Nusantara Indonesia) dan beberapa perusahaan swasta nasional lainnya," katanya. Langkah ini berdasarkan pada comercial base atau tidak mendapatkan subsidi dan menggunakan kredit dari bank dan berorientasi komersil.
Saat ini ada investor besar dari China untuk mengembangkan industri gula nasional yang bernilai lebih dari Rp10 triliun. Untuk restrukturisasi ini dapat diartikan sebagai pembuatan unit-unit usaha yang baru dan sebagaian revitalisasi, peremajaan mesin-mesin produksi yang sudah tua.
Saat ini untuk industri gula putih atau konsumtif sampai saat ini tidak terjadi masalah untuk pencapain target kemandirian. Namun untuk gula ravinasi masih menggunakan raw sugar impor mencapai 95%. "Jadi gula ravinasi ini setelah restrukturisasi dan revitalisasi gula nasional tidak lagi menggunakan raw sugar," katanya. [hid]