inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Jubir Presiden Bilang Chandra-Bibit SKP2

Headline
Julian Aldrin Pasha
Oleh:
Rabu, 25 November 2009 | 16:13 WIB
INILAH.COM, Ambon - Kejaksaan Agung disebut-sebut bakal mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) kasus dua pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin kepolisan dan kejaksaan akan segera mengeluarkan kepastian untuk kasus hukum Chandra-Bibit. Bahkan Aldrin menyinggung kemungkinan penerbitan SKP2 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan) oleh Kejaksaan.

"Saya kira polisi cukup responsif dan cepat tanggapannya, jaksa untuk mengeluarkan SKP2. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini ada tindak lanjut yang pasti," ujarnya ketika mendampingi kunjungan kerja Presiden di Ambon, Rabu (25/11).

Menurut dia, substansi pidato kenegaraan Presiden SBY pada Senin 23 November lalu sudah cukup jelas bagi kepolisian dan kejaksaan untuk mengambil langkah menyikapi kasus Bibit dan Chandra. Julian menilai Polri dan Kejaksaan Agung telah memberikan respon positif dan cukup cepat setelah Presiden menyampaikan pidato untuk menyikapi kasus Chandra dan Bibit.

"Namun, mungkin ada proses yang harus dipenuhi oleh dua instansi itu untuk mengambil sikap. Ini memang suatu harapan, tinggal menunggu tidak lanjut," ujarnya.

Substansi yang disampaikan Presiden dalam pidato menyikapi kasus Chandra-Bibit, lanjut Julian, sebenarnya telah cukup jelas bagi polisi dan Kejaksaan Agung untuk mengambil langkah yang pasti. "Dalam kapasitas sebagai kepala negara, pesan-pesan dalam substansi pidato itu jelas dan saya kira pihak kejaksaan sudah mengerti apa yang dimaksud, yang diarahkan dalam pidato tersebut," tuturnya.

Selain itu, Julian mengungkapkan selama kunjungan kerja selama tiga hari di Ambon, Presiden ditelepon Menteri Agama Suryadharma Ali yang melaporkan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

Menteri Agama melaporkan bahwa penyelenggaran haji tahun 2009 cukup lancar meski masih juga ditemui beberapa kendala yang sampai menyebabkan korban meninggal dari jamaah haji Indonesia. "Kita berharap kejadian yang sama tidak terulang tahun depan," jelas Julian. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.