inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Weleh..IHSG Ditutup Turun 10,35 Poin

Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Wahid Ma'ruf
Rabu, 25 November 2009 | 16:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG pada perdagangan Rabu (25/11) ditutup turun 10,35 poin (0,42%) di level 2.461.53 karena terseret penurunan saham grup Bakrie.

Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital kepada INILAH.COM Rabu (25/11). "Indeks terseret saham grup Bakrie yang dimotori saham Bumi Resources karena didera tekanan jual," katanya.

Sebenarnya penurunan saham BUMI tidak terlalu drastis tetapi volumenya cukup besar sehingga mempengaruhi saham lain termasuk indeks pun ikut terseret. BUMI ditutup turun Rp25 ke Rp2.600 dengan volume perdagangan 548,834 senilai Rp713,7 miliar sebanyak 6,696 kali transaksi. Padahal bursa regional ditutup di area positif meskipun tipis. Meskipun pada sesi I masih berada di area negatif.

Volume perdagangan mencapai 4,4 miliar unit saham senilai Rp3,2 triliun dengan 72 saham naik, 101 saham turun serta 70 saham stagnan. Untuk LQ45 turun 2,2 poin ke 485,79 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,5 poin ke 407,17.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik Rp3.000 ke Rp49.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp350 ke Rp16.450, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp200 ke Rp8.200, Charoen Pokphand Indonesia (PCIN) naik Rp165 ke Rp2.125, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp100 ke 23.500, Bayan Resources (BYAN) naik Rp100 ke Rp5.500.

Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII) turun Rp450 ke Rp32.900, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp350 ke Rp11.400, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) turun Rp300 ke Rp5.000, Plaza Indonesia Realty (PLIN) turun Rp200 ke Rp950, Semen Gresik (SMGR) turun Rp200 ke Rp7.200, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp200 ke Rp11.250. [hid/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Bayu Kresno @ Kamis, 26 November 2009 | 16:22 WIB
Saudara Wahid Ma'ruf. Saya benar-benar bosan dengan setiap kali And amembuat judul laporan selalu dimulai dengan kata yang tidak perlu seperti "weleh" "wuih" "oow" saya pikir itu SANGAT TIDAK PERLU dalam laporan jurnalistik.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.