INILAH.COM, Blora - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI Suharna Surapranata mengatakan anggaran Kementerian Riset dan Teknologi hanya sebesar Rp 2,6 triliun.
"Anggaran ini memang meningkat 10 persen, dibandingkan dengan anggaran sebelumnya," ujarnya, di Blora, Rabu (25/11).
Ia mengatakan, anggaran dana untuk riset dinilai masih terbatas. "Tetapi, kami tetap bangga, dengan dana yang terbatas lembaga riset masih terus berkarya," ujarnya.
Demikian pula terhadap para peneliti patut mendapatkan penghargaan, karena masih tetap konsisten dengan segala keterbatasan untuk mendukung program pembangunan bangsa.
"Mudah-mudahan hasil riset dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Apalagi, kata dia, program pangan yang dikembangkan oleh lembaga penelitian di bawah jajarannya menjadi prioritas nasional dari 11 prioritas nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan sekarang.
Ia mengatakan, penelitian di bidang pertanian akan menjadi prioritas utama, sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah.
"Seperti di Kabupaten Blora, terkendala pada keterbatasan pasokan air untuk irigasi pertanian," ujarnya.[*/ito]