INILAH.COM, Makkah - Sejak dzuhur, Rabu (25/11), waktu Makkah atau sekitar pukul 14.30 WIB, hujan deras mengguyur Mekah. Beberapa lokasi banyak tergenang air. Dhifak madani atau Dinas Pemadam Kebakaran Arab Saudi, mematikan aliran listrik saat ratusan jamaah haji bergerak ke Arafah.
Koresponden INILAH.COM di Makkah, M Yasir Hasyim melaporkan, sampai pukul 23.30 waktu Makkah, aliran listrik menuju Arafah masih belum dinyalakan.
Ratusan ribu jamaah haji, termasuk dari Indonesia yang sudah menempati tenda-tenda yang sudah disediakan oleh pemerintah Arab Saudi di Arafah, terpaksa hanya mengandalkan penerangan dari lampu penerangan jalan.
Pemadaman listrik tidak terjadi di Mina, tempat para jamaah haji menjalankan ibadah sunnah tarwiah. Yaitu, menjalankan sholat dhuhur, ashar dan maghrib di Mina.
Menjelang subuh nanti, atau pukul 09.00 Waktu Indonesia Bagian Barat, hari Kamis (26/11) akan menjalankan rukun haji, yaitu wukuf di Arafah. Yaitu, berdoa di Arafah pada tanggal 9 Dzulhizah atau hari Kamis, 26 November.
Ini adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh para jamaah haji. Jika tidak dilakukan, maka hajinya tidak sah.
Setelah dari Arafah, atau hari Jumat (27/11), para jamaah haji akan melakukan tawaf ifadhah. Yaitu, mengelilingi ka'bah di Makkah sebanyak 7 kali. Thawaf ini dilakukan setelah melempar jumlah Aqobah di Mina.
Sampai pukul 23.00 waktu Makkah, maktab 11, 12 dan 13 di Mina, listriknya masih mati. Informasi yang dihimpun INILAH.COM dari Dhifak Madani atau dinas kebakaran, pemadaman listrik ini dilakukan sebagai tindakan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran atau konsleteng.
Sebab, sampai pukul 22.30 waktu Makkah (Rabu, 25/11) atau pukul 02.30 waktu Indonesia Barat (Kamis, 26/11) di beberapa tempat masih tergenangi air. Sehingga, pihak Dhifak Madani tidak bisa memberi penjelasan sampai kapan pemadaman listrik ini akan berlangsung.
Belum ada keterangan atau informasi tentang adanya jumlah korban akibat dari banjir yang sempat menggenangi kota Mekah dan sekitarnya sejak dzuhur tadi.[ims]