Selasa, 29 Mei 2012 | 04:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Aji Martono
‘Akumulasi Beli’ untuk BUMI
Oleh:
web - Kamis, 26 November 2009 | 10:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (26/11) diprediksikan menguat. Namun, kenaikan ini cenderung terbatas karena sentimen negatif grup Bakrie dan turunnya harga minyak mentah.

Aji Martono, technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan, potensi penguatan BUMI hari ini terbuka, menyusul aksi korporasi perseroan setelah berkomitmen membayar divestasi 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Menurutnya, ini menjadi bargaining bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham sejuta umat ini.

Namun, rencana Grup Bakrie menarik dana besar-besaran dari market, akan menekan pergerakan emiten ini. BUMI akan menguat mengarah ke level resistance Rp2.675 dan Rp2.400 sebagai level suport-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (25/11) BUMI ditutup melemah Rp25 (0,95%) menjadi Rp2.600, dengan intraday Rp2.675 dan Rp2.525. Volume transaksi mencapai 274,4 juta unit saham senilai Rp713,7 miliar dan frekuensi 6.696 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Menjelang long week end ini, bagaimana prediksi pergerakan BUMI?
Memang, hari ini menjelang libur Idul Adha 1430 Hijriah, yang notabene long week end, banyak investor yang cenderung merealisasikan keuntungan. Apalagi, jika melihat saham-saham dari Grup Bakrie kemarin yang kompak mengalami penurunan berpeluang juga terjadi hari ini.
Tapi, saya perkirakan BUMI berpotensi menguat karena aksi korporasi yang dilakukan setelah berkomitmen membayar divestasi 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Ini menjadi bargaining bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham ini. Kenaikan BUMI juga didukung penguatan market Dow Jones, Nikkei dan Hang Seng setelah mengalami koreksi teknis pada perdagangan kemarin.

Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.675 dan Rp2.400 sebagai level suport-nya. Titik resistance BUMI di level Rp2.675 merupakan level yang menentukan dan menarik bagi investor. Jika titik resistance ini bisa tembus, bargaining posisition terhadap BUMI menjadi lebih kencang dan investor menjadi cenderung untuk memburu kembali saham BUMI.
Sebaliknya, apabila tekanan jual bisa berlanjut hingga mencapai level support Rp2.400 hari ini, kemungkinan pelemahannya akan tertahan di level ini. Karena level support ini merupakan patokan bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham BUMI kembali.

Bagaimana rencana penerbitan kembali obligasi konversi senilai US$300 juta?
Tidak akan berpengaruh negatif bagi BUMI, karena hal itu tidak akan mengurangi jumlah saham yang beredar. Apalagi, jika obligasi ini direspon positif oleh pasar karena tingkat suku bunganya yang bagus. Justru akan menjadi sentimen positif bagi BUMI.

Sentimen apa yang masih menghambat kenaikan BUMI?
Berita yang berkembang saat ini, terkait rencana Grup Bakrie yang menarik dana besar-besaran dari market. Salah satunya adalah rencana rights issue yang dilakukan PT Energi Mega Persada (ENRG) di harga Rp185 per saham. Aksi ini memicu pelemahan saham-saham Grup Bakrie secara keseluruhan termasuk BUMI.
Pasar melihat, harganya terlalu mahal dengan target meraih dana Rp5 triliun dari rights issue tersebut. Akibatnya, sambil menunggu pelaksanaan right issue itu pasar melakukan penjualan.
Pada perdagangan kemarin pun, di sesi awal, BUMI sempat berada di level resistance Rp2.675. Tapi, karena terjadi penjualan pada saham-saham di grupnya, BUMI pun ditutup melemah di harga tengah Rp2.600. Di sisi lain, harga minyak dunia yang saat ini koreksi juga bisa dijadikan satu pijakan untuk menentukan koreksi BUMI. Karena itu, penguatan BUMI akan sedikit terhambat sehingga kenaikannya akan terbatas.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Karena itu, untuk jangka panjang meruapakan saat tepat akumulasi buy dan untuk jangka pendek trading buy saja! [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
kadir
Sabtu, 28 November 2009 | 10:00 WIB
Meleset salah arah,bak langit n bumi.Bukan melangit, tidak juga membumi.Tapi meluncur masuk ke laut.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.