INILAH.COM, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) mencurigai adanya upaya penggembosan hak angket Century. Konstelasi politik FPD mendukung angket itu patut dipertanyakan.
"Kelihatannya ini sebuah langkah maju hak angket didukung oleh semua fraksi. Tapi dalam terori komunikasi politik fraksi yang tiba-tiba mendukung ini ada apa? Apakah ada musang berbulu domba?" kata anggota Kompak Effendi Gazali sebelum mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11).
Kompak hari ini datang bersama DPD, dan mahasiswa peduli mafia hukum dalam rangka memberikan aspirasi dan dukungan. Rencananya, rombongan yang berjumlah 30 orang tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung, dan Priyo Budi Santoso.
"Kami tidak akan memicingkan mata sedetikpun dalam mengawasi pembongkaran kasus Bank Century," ujar dia.
Kompak juga berencana menemui inisiator hak angket untuk mendiskusikan perihal kecurigaannya itu. Langkah ini adalah upaya mendukung pengganyangan mafia hukum dalam tubuh lembaga pemerintah.
"Kami tak menjatuhkan siapa-siapa. Namun ini adalah bukti ganyang mafia. Kasus yang memalukan ini akan kita kawal terus," kata pengamat politik komunikasi UI itu. [ikl/mut]