inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Kawal Angket Century

Rakyat Kepung DPR 1 Desember

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Kamis, 26 November 2009 | 11:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah tokoh intelektual, pimpinan ormas dan mahasiswa akan bergabung untuk berunjuk rasa di Gedung DPR pada 1 Desember saat sidang paripuna mengesahkan usulan hak angket Century.

Hal itu diungkapkan Sekjen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ton Abdillah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/11). Ia mengatakan, sejumlah tokoh intelektual, pimpinan ormas, organisasi kepemudaan bersepakat menggelar demonstrasi besar-besaran pada tanggal tersebut.

Mereka yang bersepakat itu adalah para peserta 'Mimbar Demokrasi, Selamatkan Indonesia dari Korupsi!' yang diadakan di halaman Gedung Pusat Dakwah Muhamadiyah, pada 23-25 November, kemarin. Mereka menyatakan akan mengepung Gedung DPR saat Sidang Paripurna DPR pada 1 Desember.

Selain itu, katanya, pada Hari Anti Korupsi 9 Desember, massa juga akan menggelar aksi serupa di lapangan silang Monas Jakarta, guna mendorong perubahan untuk Indonesia lebih baik tanpa korupsi.

Sejumlah orator yang menyampaikan keprihatinan dan pandangannya pada aksi itu antara lain, Sekjen Presidium GMNI Cokro Wibowo, Sures (Presidium KMHDI), Romo Benny Susetyo, Ray Rangkuti (KOMPAK), dan Abdul Mukti (Direktur CDCC).

Ton mengatakan, mimbar kebangsaan digelar sebagai upaya untuk mempersatukan kekuatan kritik yang saat ini sedang tumbuh di tengah kelompok civil society. Menurutnya, kegundahan publik atas kasus kriminalisasi KPK dan skandal Century harus disalurkan menjadi energi untuk mendorong perubahan yang lebih nyata dalam tatanan kehidupan bangsa dan negara.

Kasus pelemahan KPK dan skandal Bank Century, katanya, merupakan kejahatan yang harus dilawan tanpa kompromi.

"Uang negara sebesar Rp6,7 triliun yang digunakan dalam bailout Century harus dikembalikan dan semua aktor yang terlibat dihukum seberat-beratnya. Mahasiswa dan rakyat tidak akan berhenti mendesak institusi-institusi terkait dan Presiden SBY untuk mengusut kedua kasus ini hingga tuntas," katanya. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
harry @ Kamis, 26 November 2009 | 19:45 WIB
Emangnya yg mau kepung itu RAKYAT YANG MANA ? kalau yg demo cuma ratusan orang jangan atas namakan rakyat yg berjumlah 300 Jt an, Ndak masuk akallah, apalagi LSM dan para oportunis yg tahunya kritik melulu. Sebagai seorang pekerja, puncak krisis Nopember 2008 terasa sekali, coba kalau ditutup, bakal habis tuh di Rush bank bank swasta, sehingga kita harus ber syukur kalau terlepas dari Krisis yg super parah tsb dan bahkan bersama India dan China kita sebagai 3 Negara yg ekonominya bisa tumbuh, INI FAKTA dan BUKAN GOSIP murahan. seperti AS yg gara gara ndak mau selamatkan Lehman Brothes akibatnya harus tanggung Triliunan Dollar yg sampai sekarang belum pulih.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.