INILAH.COM, Jakarta - Bergabungnya FPD dalam pengusulan Hak Angket Century dicurigai akan menggembosi angket. Aktivis Kompak pun menolak Pansus Century diketuai FPD.
"Lebih baik jangan Demokrat jadi ketuanya, karena nanti publik semakin curiga bahwa ini ada penggembosan," kata Ketua Kompak Fajroel Rahman sebelum menemui pimpinan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11).
Ia mengatakan, publik menduga uang yang dari Bank Century ini mengalir kepada Partai Demokrat untuk digunakan dalam kampanye presiden-wapres SBY dan Boediono. Ditambah, semula FPD tidak mendukung angket terbentuk, namun, tiba-tiba konstelasi politik berubah pasca pidato Presiden SBY.
"Kami dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) menginginkan Pansus tidak dipimpin oleh Partai Demokrat karena nanti ada penggembosan karena kepentingan," ujar dia.
Ia juga menyatakan, Kompak akan mengawal terus hak angket Century hingga akhir pengusutan. "Kompak juga akan terus mengawal Bibit-Chandra untuk dijadikan kembali pimpinan KPK. Karena kami berkeyakinan bahwa KPK yang paling mampu membongkar Bank Century," katanya. [ikl/mut]