INILAH.COM, Jeddah Hujan lebat yang mengguyur kawasan Jeddah, Mekkah, dan Padang Arafah sejak beberapa hari terakhir ini menewaskan 24 jamaah haji dan menyisakan berbagai maslaah bagi pemerintah setempat.
Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal bin Majid memerintahkan pembentukan pusat kontrol darurat (operation centre) utuk memonitor perkembangan terakhir dampak bencana alam tersebut, demikian dikutip dari Arabnews, Kamis (26/11).
Curah hujan mencapai 70 milimeter yang melanda kota Jeddah sekitar dua jam lebih, hampir mendekati dua pertiga tingkat curah hujan di negara itu sepanjang tahun. Di Distrik Abraq Al Raghama, warga naik ke atap rumah untuk menghindari banjir. Sistem sistem drainasi tak lagi mampu menahan luapan air yang tak lazim itu.
Unit pertahanan sipil Jeddah mengerahkan perahu karet untuk menolong warga yang masih berada di atap rumah, sementara helikopter mengawasi dan memantau dari udara. Hujan lebat turun saat para jemaah mulai bergerak ke Padang Arafah untuk melakukan persiapan Wukuf.
Lalu lintas juga terganggu. Puluhan mobil hanyut di ruas jalan raya Jeddah-Mekkah-Padang Arafah, antara lain di distrik Sulaimaniah, sekitar 11 kilometer di luar Jeddah. Ruas jalan yang menuju Jeddah itu berubah jadi sungai dengan aliran deras yang menghanyutkan kendaraan yang sedang melintas di atasnya.
Ribuan kendaraan, sebagian besar mengangkut calon jemaah menuju Padang Arafah, terperangkap kemacetan lalu lintas. Akibatnya, sebagian balik ke Jeddah, sebagian lagi mencari jalan memutar hingga memerlukan sekitar tujuh sampai delapan jam dari Jeddah ke Mekah atau Padang Arafah yang hanya berjarak sekitar 70 kilometer.
Beberapa distrik di kota Jeddah juga mengalami pemadaman listrik, baru malam hari sebagian mulai menyala lagi. Hujan lebat yang jarang terjadi itu juga mengundang berbagai reaksi dan ulah warga Jeddah, terutama anak-anak muda yang bersukaria menyambut peristiwa langka itu. Mereka berteriak kegirangan saat berada di dalam kendaraan.
Beberapa sengaja mengemudi ugal-ugalan saat meliwati genangan air. Ada yang mesin kendarannya mati karena terendam air atau memicu kecelakaan karena remnya slip akibat genangan air. Seorang warga Pakistan dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat aksi ugal-ugalan itu di sejumlah ruas jalan di seputar kota Jeddah.
Terjadinya bencana akibat hujan lebat itu sejauh ini agaknya tidak terlalu berpengaruh pada penyelenggaran ibadah haji, khususnya ritaul utama Wukuf di Padang Arafah dan melontar jumrah di Mina seperti yang semula dikhawatirkan orang. [*/vin]