INILAH.COM, Jakarta Kekhawatiran 'masuk angin' serta penggembosan para pengusul hak angket Century Gate terus mengemuka. Selain disampaikan para pengusung hak angket, juga disuarakan kalangan luar parlemen. Kekhawatiran muncul, sejak Fraksi Partai Demokrat masuk di barisan pengusul hak angket itu.
Salah satu upaya menghindari 'masuk angin' panitia hak angket dan menjawab keraguan publik atas proses politik konstitusional parlemen, Wakil Ketua DPR Pramono Anung memberikan solusi alternatif. Menurut dia, Sidang Paripurna DPR pada 1 Desember idealnya masing-masing fraksi mengajukan nama-nama anggota panitia angket.
"Saya pribadi mengharapkan pada 1 Desember saat Sidang Paripurna, masing-masing fraksi diminta mengajukan nama-nama calon anggota panitia hak angket," ujarnya saat ditemui di gedung DPR usai menerima Komite Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Kamis (26/11).
Langkah ini ditempuh, dalam pandangan Pramono, sebagai upaya menangkal 'masuk angin' agar tidak membutuhkan waktu lama. Karena, jika merujuk jadwal agenda parlemen, pada 4 Desember merupakan Rapat Paripruna Penutupan Sidang DPR yang dilanjutkan masa reses hingga 3 Januari 2010.
"Makanya dengan demikian panitia angket bisa menjawab keraguan pubik dengan sungguh-sungguh bisa mengungkapkan skandal ini," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.
Sementara, seorang inisiator hak angket Century Gate, Maruarar Sirait menyebutkan perlu empat kriteria anggota panitia hak angket. Kriteria ini penting dipenuhi.
"Empat kriteria anggota panitia angket, tidak bisa dibeli atau dibayar, tidak bisa ditekan, tidak bisa dibodohi, dan punya rasa malu," cetusnya.
Dalam pertemuan Kompak dengan pimpinan DPR serta para inisiator hak angket Century Gate, juga tampak dihadiri Wakil Ketua DPD La Ode Ida serta beberapa anggota DPD. Terdapat pula beberapa politisi PDIP yaitu Ganjar Pranowo, Eva Kusuma Sundari, serta Maruara Sirait. Tiga politisi PDIP itu, menurut Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, merupakan kandidat pengisi panitia angket Century.
Dalam kesempatan itu aktivis Kompak Effendi Ghazali menegaskan pihaknya sama sekali tak ada niat menggulingkan seseorang dalam upaya mengungkapan skandal Bank Century. Pihaknya hanya memiliki target memusnahkan mafia hukum dan korupsi dan dibongkar secara tuntas.
"Kami tidak akan memincingkan mata sedikitpun untuk mengawal panitia angket, sampai tujuan kita semua musnahkan mafia hukum dan korupsi," jelasnya.
Dalam kesempatan itu Guru Besar Sosiologi UI Thamrin Amal Tamagola membacakan kertas posisi Kompak terkait perlawanan total rakyat terhadap korupsi. Mulai soal titik-tolak perlawanan total atau dasar pemikiran, sasaran perlawanan total, serta penggalangan perlawanan total. Terkait sasarang perlawanan total, Kompak memiliki jangka pendek dan menengah. Salah satunya, "Penyelidikan dan penyidikan skandal Bank Century oleh KPK, pengungkapan tuntas skandal BanK Century lewat penggunaan hak angket oleh DPR, serta permohonan uji materi terkait PPATK," ujar Thamrin.
Dalam kesempatan itu, pimpinan DPR, anggota DPD, inisiator angket Century serta aktivis Kompak melakukan aksi simpatik bersama dengan pengacungan jari jempol ke kanan yang mengarah ke bawah seraya menyeru 'Lengserkan Koruptor'. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !