INILAH.COM, Jakarta - Polisi Hong Kong berusaha melacak pendiri kelompok Facebook berbahasa China yang anggotanya merencanakan akan bunuh diri massal pada tanggal 21 Desember.
Penyelidikan ini muncul setelah anggota kelompok itu yang berusia 15 tahun berusaha menjatuhkan diri dari atap sebuah sekolah Hongkong dua minggu yang lalu, karena dikeluarkan dari kelompok itu.
Polisi menemukan ia adalah salah satu dari 190 orang yang telah mendaftar ke kelompok Facebook yang disebut "Aku harus berlatih bunuh diri". Grup telah dihapus dari situs jejaring sosial yang popular itu.
Anggota berbagi tips tentang cara terbaik untuk membunuh diri mereka sendiri dan mengajak satu dengan yang lain untuk bergabung, dalam sebuah bunuh diri massal pada 21 Desember.
Beberapa laporan di koran berbahasa China mengatakan kelompok itu dibubarkan, namun yang lain mengatakan bahwa anggota inti bunuh diri itu tetap aktif.
Kepala sekolah dari 35 sekolah telah diberitahu mengenai kelompok Facebook itu dan menyarankan bagaimana memantau siswa jika ada tanda-tanda mereka mungkin terlibat, kata polisi.
Tingkat bunuh diri pemuda di kota kaya dengan tujuh juta jiwa itu terhitung tinggi. Para pakar mengatakan tekanan untuk mencapai nilai bagus di sekolah dan terpisah secara emosional dari orang tua menjadi penyebab.
Tingkat bunuh diri secara keseluruhan di Hong Kong telah turun tajam dalam beberapa tahun terakhir, berkat inisiatif seperti pedirian hambatan bunuh diri di gedung-gedung tinggi dan menempatkan label pada arang yang dijual.
Pembakaran arang di ruang tertutup untuk menghasilkan karbon monoksida adalah metode bunuh diri yang umum dilakukan di Hong Kong.[ito]