INILAH.COM, Jeddah Akibat hujan deras yang mengguyur Jeddah-Mekkah-Padang Arafah, rombongan pejabat Indonesia menunda keberangkatan mereka dari Mekkah ke Arafah.
Rombongan pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Agama Suryadharma Ali, Tim Komisi VIII DPR, DPD dan KPK menunda jadwal keberangkatan dari Mekah ke Padang Arafah dari Rabu malam (25/11) menjadi Kamis pagi (26/11).
Hal ini disebabkan karena sebagian tenda yang akan dihuni para tamu VVIP tersebut rusak atau basah karena guyuran air hujan. Jemaah calon haji Indonesia yang sedang berada di Mekah, sebagian akhirnya juga meninggalkan Kota Suci itu menuju Arafah pada Rabu malam.
Sebagian lagi mengikuti imbauan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) untuk menunda keberangkatannya ke Padang Arafah hingga pagi ini. Saat berita ini ditulis, seluruh jemaah haji Indonesia yang akan berwukuf sudah berada di Padang Arafah.
Tercatat sekitar 209 ribu calhaj Indonesia pada musim haji 1430 H, 192 ribu calhaj reguler (Biaya Perjalanan Ibadah haji-BPIH atau dulu ONH) dan sekitar 17 ribu calhaj nonreguler (NonBPIH atau ONH Plus).
Tercatat pula sekitar seribuan calhaj nonkuota atau yang diberangkatkan biro jasa swasta tanpa koordinasi dengan Depag, dengan memanfaatkan caling visa atau undangan dari pemerintah Arab Saudi melalui lobi dengan pejabat Kementerian urusan haji atau Kedubes Arab Saudi
Sebelum Wukuf dimulai tengah hari ini, Menag akan mendengarkan laporan PPIH. Kemudian mendengarkan khutbah Wukuf yang akan diberikan oleh Imam Mesjid Besar Istiqlal dan Dosen Insitut Ilmu Alquran Jakarta Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yakub.
Wukuf adalah ritual puncak yang merupakan salah satu rukun haji, harus dikerjakan, jika tidak ibadah hajinya tidak sah. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan kembali ke tanah air secara bergelombang dalam 475 kloter mulai 5 Desember sampai 1 Januari ke berbagai bandara debarkasi di Indonesia. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !