Selasa, 29 Mei 2012 | 05:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Apakah Vampir Benar-benar Ada?
Headline
istimewa
Oleh: Donny Andhika
web - Jumat, 27 November 2009 | 07:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Apakah vampir benar ada? Adakah penjelasan sainsnya? Jauh dari takhayul, ada penjelasan biologi dan antropologi pada kondisi yang menyebabkan takut pada makhluk itu.

Menerapkan sains pada makhluk fiksional bukan hal yang baru, kata Dr Katherine Ramsland, seorang dosen psikologi forensik di universitas DeSales dan penulis buku The Science of Vampires.

Mengenai mitos tersebut ia mempelajari apakah hal ini berangkat dari sebuah mitologi yang ditujukan pada ketakutan akan mati, pengetahuan yang kurang atas pembusukan tubuh, sebuah penyakit menular yang tak dapat dijelaskan, atau sebuah gejala penyakit mental yang dikenal sebagai Vampirisme Klinis ?

Untuk mengetahui kebenarannya, maka berpaling pada sains untuk mengetahui dengan akurat, makhluk yang sering digambarkan dalam film tersebut.

Beberapa elemen dari mitos vampir didasarkan sekitar fakta, yang digabungkan ke dalam keseluruhan kondisi yang menakutkan. Penggambaran vampir sebagai makhluk yang gelap, dan sangat sensitif terhadap sinar matahari merupaan kasus untuk orang-orang yang menderita porfiria.

Kondisi ini merupakan yang sebuah alergi manusia terhadap matahari yang dapat menyebabkan kulit tebakar dan membengkak.

Porfiria sangat langka sekali, namun tidak dengan dengan polymorphic light eruption. Ini merupakan jenis reaksi alergi yang ditandai oleh pembentukan gelombang dan ruam gatal pada kulit yang terkena sinar matahari. Tapi sebenarnya bukan alergi terhadap matahari, melainkan reaksi imun.

Vampir sering dianggap abadi, namun Ramsland mencoba menjelaskan aspek mitos ini sebagai apa yang sering disebut ilmuwan dengan sel keabadian. Proses penuaan sebagian didasarkan pada umur sel-sel tubuh, selama mereka terus membagi, manusia akan tetap muda, dan struktur dalam sel yang disebut telomerase bersama dengan unsur kimiawai dalam tubuh kita dapat berperan besar dalam menjaga keremajaan tubuh.

Hal lain yang sering dikemukakan adalah meminum darah. kecuali jika mereka memiliki kekurangan zat besi seperti anemia, menurut catatan Dr Manuel Alvarez, editor kesehatan di FoxNews.com.

Hal ini mungkin tidak menjelaskan mitologi vampir, tetapi bisa menjelaskan salah satu karakteristik yang terkait dengan makhluk-makhluk.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Reza godwills
Minggu, 6 Desember 2009 | 14:11 WIB
Adakah bukti lain tentang adanya vampire?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.