Jumat, 25 Mei 2012 | 22:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Boediono Sudah Pamit ke SBY Mau Mundur?
Headline
Boediono - inilah.com /Dokumen
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Jumat, 27 November 2009 | 08:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kasus Chandra-Bibit belum sepenuhnya terselesaikan, skandal Bank Century mencuat. Yang santer, kasus ini dipredikisi akan menyeret Wakil Presiden Boediono.

Yang mengejutkan, Wapres Boediono dikabarkan siap mengundurkan diri jika kasus dana talangan sebesar 6,7 triliun itu, mengganggu jalannya pemerintahan.

Sumber INILAH.COM, Jumat (27/11), mengatakan Boediono sudah menghadap ke Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta dalam pekan ini.

Dalam pertemuan itu, mantan gubernur Bank Indonesia itu menyadari kasus Bank Century diarahkan kepadanya. Karenanya, pertemuan itu juga menjadi sinyal pamitan Boediono pada SBY.

"Boediono mau mundur jika gara-gara Century, pemerintahan tidak bekerja secara optimal. Boediono mau itu, tapi tidak mau dipenjara," katanya.

Kesediaan Boediono untuk nonaktif sementara dikatakan perlu dilakukan agar bisa meredam gejolak publik.

Sebab, eskalasi gerakan massa diprediksi bakal meningkat. Selasa, 1 Desember 2009, sejumlah tokoh intelektual, pimpinan ormas dan mahasiswa akan bergabung untuk berunjuk rasa di Gedung DPR untuk mengawal hak angket Century.

Selain itu, pada Hari Anti Korupsi 9 Desember, massa juga akan menggelar aksi serupa di lapangan silang Monas Jakarta, guna mendorong perubahan untuk Indonesia lebih baik tanpa korupsi.

Jika mengingat hiruk-pikuk yang akan terjadi terkait kasus Bank Century ini, mirip dengan kasus 2 pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit S Riyanto. Demo besar-besaran meluas di berbagai daerah untuk menolak kriminalisasi KPK.

Boediono dikabarkan enggan roda pemerintahan SBY kembali digoyang dengan skandal Bank Century. Untuk mencegah dampak yang lebih parah, mantan menteri keuangan di era Presiden Megawati Soekarnoputri ini rela dinonaktifkan.

Saat INILAH.COM mencoba untuk mengkonfirmasi isu ini, juru bicara kepresidenan Julian Pasha tidak mengangkat ponselnya.[bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
Rio
Senin, 7 Desember 2009 | 17:04 WIB
Daripada pusing nyari figur pemimpin yang selanjutnya, mendingan kita dukungTukul Arwana biar jadi Presiden selanjutnya...okey..???? Targetnya 555 milyar pendukung !!! http://www.facebook.com/group.php?gid 196938955727&ref mf
hmsabar
Minggu, 29 November 2009 | 08:34 WIB
KALO berita ini benar, mengejutkan sekali tapi gak apa-apa masih banyak koq putra bangsa yang SIAP MEMIMPIN Negara ini. Dan inilah imbas ketidak TEGASAN Pemimpin BANGSA. Kalo saja jajaran PETINGGI POLRI terutama oknum-oknum yang mengancam ingin mengundurkan diri itu, DAN KEJAGUNG, "diPARKIR" INSYA"ALLAH gejolak masyarakat akan mereREDAM. Semoga ini menjadi pelajaran berharga pemipin BANGSA kedepan.
lana
Jumat, 27 November 2009 | 20:38 WIB
au ahhhh gelap
aulia
Jumat, 27 November 2009 | 20:30 WIB
au aaahh gelap
Ichwank
Jumat, 27 November 2009 | 15:31 WIB
He...he... dapat berita dari mana? Sumbernya katanya. Kayak si Johan O Silalahi ybs ngomong Sri Mulyani ketakutan kemarin. Dasar spin doctor. Tukang plintir berita
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.