INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat enggan merespon banyaknya desakan agar Wapres Boediono mundur. Partai binaan SBY ini menunggu hingga persoalan kasus Bank Century benar-benar beres.
"Biarkan saja itu hak asasi, berpolitik. Kita akan menyikapi sampai clear dulu," kata Wakil Ketua PD Achmad Mubarok kepada INILAH.COM, Jumat (27/11).
Perkembangan kasus dana talangan sebesar 6,7 triliun, ujar Mubarok, terlihat dengan adanya hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, apa yang diperoleh BPK, dinyatakan oleh Bank Indonesia belum sepenuhnya lengkap.
"Ini baru informasi dari BPK yang sudah dijawab oleh BI yang menyatakan tidak lengkap. Hanya menyebut poin, tetapi tidak menyebutkan suasana ketika dikucurkan dana penyelamatan itu. Waktu itu kan kita ingin menyelamatkan sistem," imbuhnya.
Mubarok menegaskan kebijakan penyelamatan Bank Century tidak bisa dilihat hasilnya saat ini. Seluruh pihak dapat mengetahui keuntungan Bank Mutiara (dahulu Bank Century) jika dijual.
"Kebijakan ini dipandang keliru, apakah kekeliruan itu bisa dilihat clear-nya sekarang, itu kan penyelamatan. Tiga tahun lagi bank century dijual dan nilainya lebih tinggi, itu tidak bisa dinilai sekarang," ungkapnya.
Terkait isu Boediono siap mundur jika kasus Bank Century menganggu pemerintahan, Mubarok enggan untuk mengkomentari. Sikap resmi PD, tegasnya, akan diumumkan ketika seluruh permasalahan yang ada benar-benar terang. [bar]