INILAH.COM, Surabaya - Ada yang menarik pada pelaksanaan sholat Ied yang digelar oleh Jamaah Hizbutahrir Indonesia (HTI). Layaknya pada kondisi perang, Sholat Idul Adha yang digelar di Taman Apsari Surabaya, Jumat (27/11) tersebut dibagi menjadi dua gelombang.
Pertama sholat ID untuk anggota, dan pada gelombang kedua sholat dikhususkan untuk panitia yang pada gelombang pertama sengaja tidak ikut sholat. Menariknya lagi, para panitia yang tidak ikut sholat pada gelombang pertama, ditugasi untuk bersiaga, guna menjaga ketertiban serta kekhusyukan salat.
Bahkan, dua orang panitia yang bertugas jaga di luar lapangan, atau di jalan raya Gubernur Suryo terlihat membawa bendera atribut HTI. Kedua petugas jaga tersebut nampak bersiaga layaknya seperti menjaga jamaah salat dari serangan musuh.
"Ini hanya sekedar untuk mengawal jalanya Sholat biar khusyuk saja," ujar salah seorang panitia, Muhammad sambil tetap membawa benderanya. Sementara di area yang digunakan salat, juga tampak penjaga. [beritajatim.com/bar]