INILAH.COM, Jombang - Selain dipadati pengantre daging kurban, sejumlah tempat pembagian daging kurban juga diramaikan oleh munculnya calo daging. Kedatangan mereka untuk membeli jatah yang diterima oleh para pengantre.
Modusnya, daging jatah untuk para penerima itu dibeli dengan harga yang cukup murah. Transaksi secara sembunyi-sembunyi pun terjadi.
Aksi 'jual beli' daging itu salah satunya terjadi di sekitar masjid Baitul Mukminin, Alun-alun Jombang. Begitu prosesi penyembelihan hewan kurban dimulai, para calo itu sudah bergerombol di beberapa titik sekitar alun-alun.
Kebanyakan dari mereka adalah pemasok daging untuk restoran, penjual sate keliling, serta penjual soto. "Kalau membeli dari para pengantre harganya bisa murah," kata Joko (38), salah seorang penjual sate yang saat menunggu 'mangsanya', Jumat (27/11).
Hal yang sama juga di katakan Sugiarto, calo daging lainnya. Menurutnya, membeli jatah daging dari pengantre harganya bisa turun 50 persen. Jika dipasaran umum, harga daging sapi bisa mencapai Rp 70 Ribu/Kg. Namun dengan membeli jatah daging kurban, harga itu bisa menjadi Rp 35 Ribu/Kg. Keuntungan yang ia dapat bisa berlipat.
Pria bertubuh ceking ini mengatakan, ia berani membeli daging tersebut karena banyak penerima kurban yang sengaja menjualnya kembali. Alasannya, tidak semua penerima daging kurban mengkonsumsi sendiri barang tersebut. Selain itu, kebanyakan dari para pengantre mendapatkan jatah dari beberapa tempat.
"Sehingga mereka ikhlas menjualnya. Dari pada mubadzir, lebih baik kami beli," kata pria yang berprofesi sebagai pemasok daging ke restoran ini.
Kondisi itu dibenarkan oleh Alfiyah (40), salah seorang penerima daging kurban. Ibu dua anak ini mengatakan, karena jatah daging yang ia dapatkan cukup banyak, maka selain di konsumsi, ia juga menjual jatah daging tersebut.
Ia beralasan, jika di konsumsi dengan keluarganya daging tersebut terlalu banyak. Maklum, selain mendapatkan jatah di Masjid Baitul Mukminin, perempuan berkerudung ini juga mendapatkan daging kurban dari beberapa tempat lainnya.
"Selain saya konsumsi, daging jatah kurban itu juga saya jual. Lumayan, bisa untuk membeli kebutuhan lainnya," kata Alfiyah sembari menambahkan bahwa hal itu ia lakukan setiap tahun. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !