Senin, 28 Mei 2012 | 19:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Iran Sita Nobel Perdamaian Pengacara
Headline
Ahirin Ebadi - rnw.nl
Oleh:
web - Jumat, 27 November 2009 | 12:35 WIB
INILAH.COM, Teheran - Pemerintah Iran menyita hadiah Nobel Perdamaian yang dianugerahkan kepada seorang pengacara HAM, Ahirin Ebadi, pada 2003 silam.

"Tak ada yang bisa menyingkirkan saya dari negeri sendiri. Saya menerima banyak pesan gelap yang menyatakan akan memenjarakan saya jika berani kembali. Atau membuat lingkungan saya menjadi tidak aman," ujar Ebadi seperti dilansir Yahoo, Jumat (27/11).

Ebadi memenangkan Nobel atas upayanya untuk menegakkan demokrasi di negaranya, meski terus mendapat pertentangan dari pemerintahnya sendiri. Meski ia telah memegangnya selama enam tahun, pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad masih terus mengusiknya.

Negara membekukan rekening bank Ebadi dan menyita US$410 ribu dari US$1,3 juta yang diterimanya dari Asosiasi Nobel dan menyebut uang itu merupakan pajak yang harus dibayarkan kepada negara.

Hadiah Nobel ini tak semestinya kena pajak. (Pemotongan pajak) ini bahkan tak ada dalam UU negara kami, lanjutnya.

Sementara Asosiasi Nobel yang bermarkas di Norwegia terkejut dengan penyitaan yang merupakan pertama kalinya dalam 108 tahun sejarah penghargaan tersebut. Ebadi adalah perempuan Muslim pertama yang menerima Nobel, ia juga juri perempuan pertama di negaranya. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.