INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan saham Rabu (29/8/2012) berpeluang mencermati beberapa saham.
Pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham ICBP, INTP dan LSIP. Untuk saham ICBP berhasil menembus resisten konsolidasinya di 6.750 dan saat ini tengah menguji level tertingginya di 6.850.
Jika ICBP mampu melampaui level ini, terdapat target penguatan selanjutnya di 7.700 dengan minor target 7.200. MACD yang berpeluang Golden Cross menunjukkan peluang naik lebih besar daripada turun. Saham ICBP disarankan beli dengan strong buy jika menembus 6.850 dengan stoploss 6.450.
Untuk saham LSIP kembali turun ke bawah support psikologis MA200-nya. Jika LSIP terus berada di bawah MA200, maka saham ini terancam mengalami penurunan lanjutan menuju 2350 dengan minor target 2.475. MACD yang menurun menunjukkan saham ini bergerak negatif. Saham LSIP disarankan sell on strength jika menembus 2.525.
Untuk saham INTP bergerak dalam sebuah tren naik didukung posisi MA50 > MA100 > MA200 yang menunjukkan kriteria tren naik yang cukup ideal. Jika INTP mampu bertahan di atas support 20.000 dan menguat menembus level 21.300, saham ini berpeluang besar melanjutkan tren naiknya menuju 24.750 dengan minor target 22.600.
MACD yang mendatar menunjukkan saham ini berada di akhir konsolidasinya. Saham INTP disarankan beli jika menembus 21.300 dengan stoploss di 20.000.
Sementara analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran support-resistance 4.130-4.160. Saham pilihan MAPI, INDF, ADHI, SSIA, LPCK.
IHSG pada perdagangan Selasa kemarin bergerak fluktuatif pada range terbatas sebelum akhirnya dtutup melemah tipis. Investor global tampaknya masih menunggu indikasi bank sentral Amerika akan memberikan stimulus tahap 3. Banyak pengamat memperkirakan Chairman the Fed, Bernanke akan mengatakan hal yang sama seperti yang lalu-lalu. Bernanke kemungkinan tidak akan mengumumkan stimulus tambahan pada pidato 31 Agustus mendatang.
Bank sentral Eropa pada bulan depan juga akan merumuskan rencana pembelian surat utang dan selain itu perwakilan dari kreditor Yunani akan mengumumkan perkembangan kondisi utang Yunani. "Sementara dari dari dalam negeri tampaknya anjloknya saham BUMI juga berdampak menjadi sentimen negatif bagi saham sektor tambang lainnya," katanya.