INILAH.COM, Jakarta - Pembagaian daging kurban di Mabes Polri diwarnai kericuhan. Polisi pun menenangkan masyarakat dengan mengajak bertakbir.
"Coba tenang, sebab kalau berebut siapa yang rugi. Kalau anak-anak ibu ke injak-injak siapa yang rugi, harus diobati. Ayo Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," ujar salah seorang polisi yang juga merupakan panitia kurban Mabes Polri, di lapangan Bhayangkara, Jumat (27/11).
Sementara itu, Anissa seorang ibu yang membawa anaknya ke lapangan Bhayangkara mengatakan, dirinya mengetahui adanya pembagian daging kurban di Mabes Polri dari rekannya. Sehingga dia pun pergi tanpa punya kupon.
"Saya dari Mampang berangkat berempat. Tadinya sih lega, tapi kedorong dari belakang sampai cucu saya jatuh dan keinjak-injak," ujar ibu yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini.
Sementara petugas berulang kali menenagkan waraga dengan terus mengajak berdialog. "Tidak ada yang kami tutupi, nanti kami bagi tapi janji ya kalau udah dapat jangan balik lagi," ujar panitia.
Sebelumnya, kericuhan terjadi saat ribuan masyarakat yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak sudah menunggu sejak pagi. Saat petugas membuka salah satu pagar masuk, masyarakat yang sudah tidak sabar melakukan aksi dorong-dorongan yang akhirnya merubuhkan salah satu pintu pagar.
Atas kejadian itu, banyak ibu-ibu dan anak-anak yang terinjak-injak. Korban luka-luka pun berjatuhan. Untungnya, pihak kepolisian telah menyiagakan ambulance untuk memberikan pertolongan pertama kepada mereka yang terjatuh dan terinjak-injak. [mut]