INILAH.COM, Jakarta- Direktur Utama PT PLN mendalami makna terpenting perayaan Idul Adha, Kurban yang merupakan komitmen ketaqwaan pada yang maha kuasa.
"Makna kurban bagi saya adalah bentuk komitmen ketaqwaan terhadap yang maha kuasa, nyawa sekalipun dikorbankan kalau memang itu kehendak-Nya," kata Dirut PLN Fahmi Mochtar melalui pesan singkatnya kapada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (27/11).
Sementara itu, sebagai simbolik pengorbanan tanpa batas Dirut PLN ini telah menyisihkan sebagai rezeki dengan berbagai dengan kelompok tidak mampu.
Menurut Fahmi, ia telah menyerahkan tiga hewan kurban kepada kelompok masyarakat di tempat berbeda. Kurban pertama, khusus dipersembahkan untuk sanak keluarganya yang berada di Plaju, Sumatera Selatan.
Untuk korban kedua diserahkan kepada sanak saudara yang berada di Pesantren anak yatim dan piatu. Pria kelahiran Plaju 2 Januari 1957 ini juga menyisihkan rezekinya untuk segenap karyawan di Kantor PLN Pusat, Jakarta.
"Alhamdulilah, saya bisa berkorban di tiga tempat, pertama di kampung halaman, kedua di Pesantren Anak yatim dan piatu dan ke tiga kepada segenap karyawan di kantor PLN pusat, Jakarta," katanya. Sayangnya, Fahmi enggan menyebutkan jenis ketiga hewan kurban yang ia serahkan. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !