inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

China Eksekusi Mati Penculik Anak

Headline
telegraph.co.uk
Oleh:
Jumat, 27 November 2009 | 18:06 WIB
INILAH.COM, Beijing - Perdagangan anak membuat berang pemerintah China yang memutuskan untuk menghukum mati dua orang pelaku penculikan anak.

"Pemerintah menghukum mati dua pria yang menculik dan menjual anak kecil, yang sebagian masih belum dapat menemukan orangtua mereka," seperti diberitakan Xinhua, Jumat (27/11).

Negeri Tirai Bambu ini telah mengeksekusi mati dua pelaku penculik anak, Hu Minghua (55) dan Su Binde (27), pada Kamis (26/11). Pengadilan memutuskan mereka bersalah karena menculik dan menjual anak kepada pasangan lain.

Hu dinyatakan bersalah menculik sembilan anak selama 1999-2005. Lima anak kembali ke orangtua mereka, tetapi sisanya diselamatkan oleh polisi walaupun belum menemukan orangtua mereka.

Sedangkan Su dinyatakan bersalah menculik enam anak pada 2005-2006, satu di antara mereka belum menemukan orangtuanya. Masalah ini memicu amarah masyarakat yang mengeluh polisi kurang memberi bantuan dalam memburu putra-putri mereka yang hilang.

Setiap tahunnya, ratusan anak hilang di negara tersebut, yang pelakunya diduga jaringan lalu lintas perdagangan manusia. Mahkamah Agung China menyatakan, 1.714 orang dihukum karena menculik dan menyelundupkan anak-anak dalam sepuluh bulan pertama.

Sejak April tahun ini, polisi China telah menyelamatkan 2.008 anak yang diculik. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.