inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Istana: Ya, Boediono Sudah Temui Presiden

Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Dwifantya Aquina
Jumat, 27 November 2009 | 17:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pihak Istana Negara mengakui bahwa dalam pekan ini, memang ada pertemuan khsusus antara Presiden SBY dengan Boediono. Secara spesifik, yang dibahas memang soal kasus Bank Century.

Hal ini diungkapkan oleh Juru bicara Presiden, Julian Pasha. Tapi, kepada INILAH.COM, Julian membantah bahwa di dalam pertemuan itu dibahas tentang kesiapan Wapres Boediono mundur dari jabatannya.

"Tidak benar itu. Tidak ada pertemuan tentang pengunduran diri Wapres. Ngaco itu. Saya kan ada di Cikeas, pasti saya tahu kalau ada pertemuan yang membicarakan hal itu. Baru saja kami pulang dari Ambon beberapa waktu lalu bersama-sama," tutur Julian saat dihubungi oleh INILAH.COM di Jakarta, Jumat (27/11).

Julian meminta agar pemberitaan ini jangan dibesar-besarkan oleh media. Karena isu tersebut tidak benar adanya. Media disarankan untuk selalu mengklarifikasi isu-isu yang beredar agar masyarakat tidak salah kaprah.

"Sebaiknya media lebih proporsional dalam menanggapi isu seperti ini, selalu lakukan klarifikasi. Hingga saat ini kan yang terjadi adalah Presiden sudah menerima laporan audit aliran dana Century dari BPK, dan sampai saat ini sedang dipelajari agar solusi yang dihasilkan baik untuk semua," kata Julian.

Pada kesempatan itu, Julian juga membantah saoal adanya isu dinon-aktifkannya Boediono dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua karena terkait kasus Century ini.

Sebelumnya, sumber INILAH.COM mengatakan, Boediono sudah menghadap ke Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta dalam pekan ini.

Dalam pertemuan itu, mantan gubernur Bank Indonesia itu menyadari bahwa kasus Bank Century diarahkan kepadanya. Karenanya, pertemuan itu juga menjadi sinyal pamitan Boediono pada SBY.

"Boediono mau mundur jika gara-gara Century, pemerintahan tidak bekerja secara optimal. Boediono mau itu, tapi tidak mau dipenjara," katanya. Kesediaan Boediono untuk nonaktif sementara dikatakan perlu dilakukan agar bisa meredam gejolak publik. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.