inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Analis: Dubai World Berimbas ke Bursa Indonesia

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Agustina Melani
Sabtu, 28 November 2009 | 09:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dubai World yang mengalami kesulitan pembayaran utang obligasi senilai US$60 miliar memberikan kesadaran kepada investor bahwa pasar masih berisiko.

Hal itu disampaikan Analis Reliance Securities, Andrew Siahaan saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (27/11). "Kondisi perekonomian global memang sudah pulih namun masih risk recovery," ujar Andrew.

Ia menambahkan, kasus Dubai World akan berimbas pada bursa saham Indonesia. Kasus Dubai World akan memicu investor untuk mencari investasi yang lebih aman selain di emerging market, seperti mata uang Yen, mata uang dolar AS dan obligasi pemerintah. Namun, dampak kasus Dubai World terhadap perekonomian tidak akan terlalu besar.
"Bursa saham Indonesia kemungkinan akan terkoreksi. Tetapi kasus Dubai World membuat kita melihat resiko pasar masih cukup tinggi," tutur Andrew.

Andrew mengatakan, selama ini indeks saham menandakan fundamental di Asia lebih karena hot money yaitu investor mencari investasi imbal hasil tinggi dari yang memiliki rate rendah ke memiliki rate tinggi.

Hal senada diungkapkan Kepala Riset PT Financorpindo Nusa, Edwin Sebayang. Edwin mengatakan, kasus Dubai World memang memberikan dampak ke bursa saham.

Diprediksikan Dubai World akan memberikan sentimen negatif terhadap bursa saham Indonesia. Tetapi sentimen negatif tersebut tidak akan berlangsung lama. "Bursa saham Eropa sudah turun cukup parah, bursa saham global akan kena imbas termasuk Indonesia karena penundaan utang Dubai World," ujar Edwin.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian memang sudah pulih tetapi belum pulih benar sehingga pelaku pasar tetap waspada. "Kita sudah melewati masa terparah, kasus tersebut akibat krisis global yang timbul," kata Edwin.

Seperti diketahui, Dubai World mengumumkan akan menunda pembayaran utang sebesar US$60 miliar hingga Mei 2010. Hal ini membuat bursa saham Asia melemah. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.