inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Chandra-Bibit Pimpin KPK, Anggodo Dibui

Bonaran: Saya Akan Lawan!

Headline
Bonaran Situmeang - inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Hazliansyah
Jumat, 27 November 2009 | 22:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Keputusan MK membuka peluang besar Bibit-Chandra kembali memimpin KPK. Bagaimana nasib Anggodo? Sebab, saat ini polisi sudah menyerahkan kasus Anggodo ke KPK.

Dengan adanya pidato Presiden SBY yang memutuskan bahwa penyelesaian kasus Bibit-Chandra bisa dilakukan tanpa proses pengadilan, secara otomatis harusnya juga membebaskan Anggodo dari proses pengadilan. Sebab, kasus Bibit-Chandra terkait dengan Anggodo. Inilah penjelasan pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang terhadap masalah ini.

Bibit dan Chandra akan kembali memimpin KPK. Pendapat Anda?

Begini, saya tidak punya urusan dengan pribadi. Juga tidak punya kepentingan apakah Bibit-Chandra kembali memimpin KPK atau tidak. Sepanjang itu sesuai aturan hukum yang ada, silahkan. Saya tidak punya dendam pribadi. Saya juga bangga orang-orang yang tidak bersalah harus dikembalikan ke jabatannya.

Masalahnya, kalau Bibit-Chandra kembali memimpin KPK, salah satu kasus yang akan diproses adalah kasus Anggodo. Nah, ada isu bahwa saat diproses di polisi, Anda sempat dituduh membuat skenario membebaskan Anggodo?

Gini, kalau saya bantu klien sayam apa itu dituduh membuat skenario. Kalau saya dalam menangani perkara kemudian saya buat langkah-langkah yang harus dilakukan, dan itu dianggap sebagai suatu tindak kejahatan, ya kalau begitu saya berhenti saja jadi pengacara.

Pengacara kan memang membuat rencana kerja, membuat program kerja, skenario bagaimana penanganan kasus. Kalau memang pengacara kerjanya untuk diam, bukan pengacara itu namanya.

Omong-omong, bagaimana kalau abang masuk penjara bersama Anggodo dan Anggoro?

Memangnya saya melakukan apa di kasus itu? Kita pelan-pelan simak, apakah saya lakukan sesuatu di kasus itu. Kalau saya tidak boleh dampingi klien saya, semua pengacara pecat saja kalau begitu.

Semua skenario, pasti dibuat oleh pengacara untuk meloloskan kliennya dari keadaan terjepit. Kalau klien mempertanyakan bagaimana nasib saya pak, dan kemudian pengacara hanya diam saja, siapa yang mau pake kita?

Berarti Anda akan melawan?

Saya akan lawan. Kalau apa yang saya lakukan dianggap sebagai kejahatan, saya lawan. Sudah dengar belum rekamannya? kalau belumm mari kita dengar pelan-pelan. Mana saya yang rekayasa. Tahu tidak apa arti rekayasa? Yaitu, membuat yang ada jadi tidak ada. Dan yang tidak ada diada-adakan. Dari yang tidak benar, seolah-olah benar. Terus mana yang saya rekayasa? Tunjukkan mana yang direkayasa oleh Anggodo? Kalau memang ada, buktikan!

Seandainya Anda benar-benar akan dibui dengan Anggodo?

Apa alasannya? Anggodo juga apa alasannya? Salahkah Anggodo membantu kakaknya? Sehingga, dalam kasus ini kita disebut sebagai markus? Padahal abangnya sedang kejepit. Kalau saudaramu sedang kejepit, kamu mau bantu nggak? Kenapa Anggodo mau bantu abangnya tidak boleh? Hidup ini jadi janggal saya lihat.

Ngomong-ngomong, sekarang Anda jadi terkenal nih...

(Tertawa) Ah biasa saja. Saya masih begini-begini saja. Itu semua hanya pandangan orang. Mobil saya masih yang itu aja. Rumah seperti itu juga. Kantor masih sama. Tapi kalau saya dapat Rp 7 Miliar, tentu tidak akan begini lagi.

Lho, bukannya sudah dikasih sama Anggodo?

Yah, itu masih janji. Kalau berhasil ya Rp 7 miliar. Kalau tidak, ya tidak ada.

Ah, masak tidak dapat sama sekali?

Memang begitu.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
3 Komentar
Unduh @ Sabtu, 28 November 2009 | 23:11 WIB
Bos Bonaran, kapan ni rencananya mo nuntut RI1 kalo BC sampe di SP3..?? Jadi ga Bos...??
Pepen @ Sabtu, 28 November 2009 | 18:36 WIB
Mantap kali,mainkan Lae,tapi hati2 lho ntar dikembalikan ke siborong borong kau nanti
Avgan @ Sabtu, 28 November 2009 | 12:32 WIB
Bonaran si pengacara markus ini sudah selayaknya segera ditahan dan diadili. Sudah terpojok tapi mulutnya comberan dan menfitnah sana sini. Dia adalah bagian dari konspirasi jahat si Anggodo.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.