Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
7 Komentar
alig @ Selasa, 1 Desember 2009 | 20:13 WIB
Nama rakyat kembali mencuat. Semua bicara atas nama rakyat. Orang sepinter Pak Budiono + BU Sri Mulyani apa nggak mikir kepentingan rakyat waktu membuat kebijakan ? Mungkin perlu belajar pada pendekar-pendekar pembela rakyat seperti anggota DPR yang terhormat atau yang lainnya, yang sekarang lantang bicara demi kepentingan rakyat.
agreta @ Minggu, 29 November 2009 | 11:31 WIB
Saya lebih percaya pak Boediono lebih bersih dari penyerang2 yang mewakili komunitas2 yang mengatasnamakan rakyat. Tuhan besertamu pak Boed, jangan takut sama mereka yang belum tentu bersih.
tony @ Sabtu, 28 November 2009 | 19:28 WIB
wah...rasanya gak mungkin pak Bud, segitu amat. Yah itulah politik, gak ada teman yang sejati yang ada kepentingan sejati...ha..ha..ha..., dulu teman kental, sekarang mush yang harus dihabisi.
ah politik dagelan apalagi ini?
Tangkap Budiono @ Sabtu, 28 November 2009 | 14:08 WIB
Tangkap dan Penjarakan..... di Ajibarang ambil 3 biji kakao aja dipenjara kok .
Rp 6,7 trilyun berapa ton kakao ....berapa lama dipenjara...???
Avgan @ Sabtu, 28 November 2009 | 12:28 WIB
Boediono.. orang pandai tapi sayang integritas moralnya lemah. Begitu mudahnya menjual diri.
sarwono @ Sabtu, 28 November 2009 | 09:12 WIB
Siapapun (tanpa terkecuali) yang terli
bat kasus bank century harus bertanggung
jawab, ingat! uang rakyat sudah banyak
dikorupsi.