INILAH.COM, Jakarta - Sikap Wapres Boediono dalam merespon panasnya skandal Bank Century memang memprihatinkan. Boediono terkesan lambat. Mantan gubernur Bank Indonesia perlu mencontoh seniornya Jusuf Kalla dalam bertindak.
Hal ini diungkapkan oleh peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi kepada INILAH.COM, Sabtu (28/11). "Itu yang saya kritik dari seorang Boediono, terlalu pelit berbicara dan low profile," imbuhnya.
Burhan mengatakan Boediono tidak akan bisa meredam gejolak publik dengan hanya memberikan penjelasan bahwa pemberian dana talangan 6,7 triliun itu untuk penyelamatan sistem. Perlu ada penjelasan lebih detail mengapa bank gagal seperti Century diselamatkan.
Saat ini, lanjut Burhan, ketika hasil investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kasus Bank Century keluar. Boediono tidak menanggapi hal tersebut dengan ketegasan. Menteri Keuangan di era Presiden Megawati Soekarnoputri ini lagi-lagi pelit untuk bicara.
"Ini harus lebih clear, dia harus lebih duduk ke publik menjelaskan persoalan itu. Jika masih berdiam diri saja bisa membuat kasus century makin liar," imbuhnya.
Bisa dilihat bagaimana JK merespon muncul skandal Bank Century ke permukaan. Mantan ketua umum Partai Golkar ini dengan tegas mengatakan penyelamatan Bank Century ternyata justru berpotensi merugikan negara. JK yang juga mantan pendamping SBY, ujar Burhan, berani mengatakan kebijakan penjaminan simpanan nasabah secara penuh (blanket guarantee) pun dianggap malah bisa memicu BLBI jilid II.
"Boediono harus lebih cepat, karena lebih baik. Boediono harus menjelaskan seperti apakah betul BI tidak memiliki standar tentang bank gagal, dan sampai sekarang belum ada penjelasan," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !