INILAH.COM, Jakarta - PT Bank DBS Indonesia mencatatkan laba bersih Rp190 miliar pada triwulan 3-2009 atau naik 91% dibandingkan periode yang sama pada 2008.
Demikian diungkapkan Direktur Utama DBS Indonesia Hendra Gunawan dalam penjelasan resminya kepada INILAH.COM, Kamis (26/11). Kami telah berada pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang bisnis yang timbul akibat dari pertumbuhan ekonomi yang kuat di Indonesia. Kami yakin bahwa kami akan menjadi salah satu 10 bank terbesar di Indonesia dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan," kata Hendra Gunawan.
Pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh peningkatan pendapatan operasional dari Rp33 miliar pada 2008 menajdi Rp185 miliar pada 2009. Pencairan kredit pada periode tersebut menurun dari Rp16,1 triliun menjadi Rp13,9 triliun dengan rasio pinjaman pada simpanan (Loan to Deposit Ratio) berkisar pada 73%.
Total pendapatan DBS Indonesia tumbuh sebesar 28% didukung oleh tren operasi usaha yang sehat yang berkesinambungan. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Margin) tumbuh 30% dari Rp519 miliar menjadi Rp671,9 miliar yang didukung oleh pendapatan bunga Rupiah.
Praktek penerapan manajemen risiko yang hati-hati dan disiplin telah menjaga rasio Non-Performing Loan (NPL) pada 1,03% hingga akhir September 2009, di bawah batas yang diperbolehkan peraturan pemerintah sebesar 5%. Effisiensi operasional ini memperkuat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) DBS Indonesia ke 24,06%, membuat DBS Indonesia menjadi salah satu bank dengan modal terbesar di negara ini.
Kinerja kuat DBS Indonesia menegaskan kinerja DBS Group Holdings yang mencetak pendapatan bersih sebesar SGD563 juta di kuartal ketiga tahun 2009, naik 40% dari periode yang sama tahun lalu dan 2% dari kuartal sebelumnya.
Pendapatan bunga bersih berhasil mencapai rekor tinggi dalam periode tujuh kuartal terakhir, yang didukung oleh total pendapatan komisi (fee income) yang kuat. Efisiensi biaya terus dipertahankan sementara kualitas aset distabilkan, sehingga menurunkan biaya beban dan meningkatkan kemampuan menyisihkan biaya untuk menutupi non-performing aset dari kuartal sebelumnya. [san/cms]