Minggu, 27 Mei 2012 | 12:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Laba Bersih Bank DBS Naik 91%
Headline
istimewa
Oleh: Susan Silaban
web - Sabtu, 28 November 2009 | 12:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank DBS Indonesia mencatatkan laba bersih Rp190 miliar pada triwulan 3-2009 atau naik 91% dibandingkan periode yang sama pada 2008.

Demikian diungkapkan Direktur Utama DBS Indonesia Hendra Gunawan dalam penjelasan resminya kepada INILAH.COM, Kamis (26/11). Kami telah berada pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang bisnis yang timbul akibat dari pertumbuhan ekonomi yang kuat di Indonesia. Kami yakin bahwa kami akan menjadi salah satu 10 bank terbesar di Indonesia dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan," kata Hendra Gunawan.

Pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh peningkatan pendapatan operasional dari Rp33 miliar pada 2008 menajdi Rp185 miliar pada 2009. Pencairan kredit pada periode tersebut menurun dari Rp16,1 triliun menjadi Rp13,9 triliun dengan rasio pinjaman pada simpanan (Loan to Deposit Ratio) berkisar pada 73%.

Total pendapatan DBS Indonesia tumbuh sebesar 28% didukung oleh tren operasi usaha yang sehat yang berkesinambungan. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Margin) tumbuh 30% dari Rp519 miliar menjadi Rp671,9 miliar yang didukung oleh pendapatan bunga Rupiah.

Praktek penerapan manajemen risiko yang hati-hati dan disiplin telah menjaga rasio Non-Performing Loan (NPL) pada 1,03% hingga akhir September 2009, di bawah batas yang diperbolehkan peraturan pemerintah sebesar 5%. Effisiensi operasional ini memperkuat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) DBS Indonesia ke 24,06%, membuat DBS Indonesia menjadi salah satu bank dengan modal terbesar di negara ini.

Kinerja kuat DBS Indonesia menegaskan kinerja DBS Group Holdings yang mencetak pendapatan bersih sebesar SGD563 juta di kuartal ketiga tahun 2009, naik 40% dari periode yang sama tahun lalu dan 2% dari kuartal sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih berhasil mencapai rekor tinggi dalam periode tujuh kuartal terakhir, yang didukung oleh total pendapatan komisi (fee income) yang kuat. Efisiensi biaya terus dipertahankan sementara kualitas aset distabilkan, sehingga menurunkan biaya beban dan meningkatkan kemampuan menyisihkan biaya untuk menutupi non-performing aset dari kuartal sebelumnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.