INILAH.COM, Liverpool - Pertandingan antara Everton melawan Liverpool, Minggu (29/11), merupakan duel dua tim terluka sekaligus menjadi duel bagi dua pelatih yang gencar diisukan siap didepak.
Everton yang biasa nangkring di posisi zona Liga Europa kini terperosok ke peringkat belasan. Sementara Liverpool yang merupakan anggota The Big Four terjerembab ke posisi papan tengah. Hal itu tidak pelak menimbulkan kekecewaan dari para pendukungnya.
Salah satu bentuk kekecewaan fans Everton dan Liverpool adalah dengan menuntut mundur pelatih di tim kesayangan mereka masing-masing. Hasilnya, kursi kepelatihan David Moyes dan Rafael Benitez menjadi hangat dan cenderung panas.
Seakan sepakat, kedua pelatih dari klub Merseyside itu menolak untuk menyerah dan ingin membuktikan jika mereka masih memiliki kemampuan membawa tim masing-masing berprestasi
Saya telah berada di sini selama tujuh setengah tahun dan saya telah bekerja dengan keras. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat keadaan membaik. Saat ini saya harus bekerja keras dengan para pemain, ujar Moyes.
Kami tidak melakukan sesuatu yang berbeda dengan ketika kami mengakhiri kompetisi di posisi lima, lanjutnya.
Tidak berbeda dengan Moyes bersama Everton, Benitez pun ingin meminta kesempatan pada seluruh pihak agar dirinya mampu menunjukkan performa terbaik yang dimiliki Liverpool.
Saya menandatangani kontrak lima tahun karena komitmen saya pada fans, klub, staf dan pemain. Saya akan membawa kemenangan bagi klub ini. Saya mengerti jika ada yang kecewa, karena kami membutuhkan kemenangan. Tetapi saya akan berusaha dan melakukan yang terbaik di setiap pertandingan, ujar Benitez.
Kemenangan akan menjadi sangat penting bagi kedua klub dan kedua pelatih asing di Liga Primer tersebut. Sementara kekalahan, mungkin akan membawa mereka lebih dekat dengan pintu keluar dari klub.[nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !