inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mengemudi Saat Hamil? Mengapa Tidak

Headline
istimewa
Oleh: Augusta B. Sirait
Minggu, 29 November 2009 | 12:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hamil, bukanlah penghalang bagi seorang perempuan untuk mengemudikan mobil. Sebagian orang memang menyarankan untuk berhenti mengemudi sementara waktu demi keselamatan janin, meski ada pula yang berpendapat sebaliknya.

Mengemudi saat hamil memang merupakan sesuatu yang berisiko tinggi. Tapi bukan berarti anda malah memilih untuk berdiam diri di rumah atau naik kendaraan umum saat hendak bepergian. Meski berbadan dua, selama dilakukan ekstra hati-hati dan cermat, anda masih bisa terus mengemudi dengan aman dan nyaman.

Ibu hamil bahkan disarankan untuk beraktivitas seperti biasa termasuk menyetir mobil. Mereka tetap diperbolehkan menyetir selama tidak ada keluhan rasa sakit serta usia kandungan belum tujuh bulan. Nah! ketika usia kandungan sudah tujuh bulan, sebaiknya hentikan akitivitas itu untuk sementara waktu.

Berikut tips menarik bagi permpuan hamil yang masih ingin menyetir:

1. Jangan memaksakan diri dan jangan jadikan aktivitas ini sebagai keharusan. Bagaimana pun juga kondisi perempuan yang sedang hamil berbeda.

2. Pastikan kondisi ibu hamil sedang benar-benar sehat dan sama sekali tidak mengalami gangguan kehamilan. Misalnya, ibu hamil tidak mengalami perdarahan atau kejang perut.

3. Hindari mobil-mobil besar seperti jip. Sebaiknya pilih mobil bersuspensi lembut. Sistem suspensi yang lembut akan menjamin getaran cepat hilang dan getaran yang ditimbulkan pun juga tidak terlampau hebat. Sebaiknya, gunakan sistem suspensi mobil jenis per keong (helical spring), seperti yang banyak digunakan oleh mobil berjenis sedan, city car, van, dan sebagian minibus keluaran terbaru.

4. Hindari rute jalan yang berlubang atau yang jelek sekali. Jika menemui jalan berlubang atau polisi tidur maka kurangi sebanyak mungkin kecepatan mobil untuk menghindari guncangan yang terlalu keras.

5. Jika dalam perjalanan tiba-tiba ibu hamil mengalami kontraksi ringan, sebaiknya berhenti di tempat yang aman lalu beristirahatlah sejenak dengan merebahkan posisi jok sampai merasa normal kembali. Namun, jika kontraksi terjadi berulang dan cukup berat, maka lebih baik hentikan mobil dengan segera lalu hubungi seseorang atau salah satu anggota kelurga untuk membantu Anda.

6. Agar lingkar kemudi mobil tidak mengenai perut, mundurkan jok untuk memberi ruang lebih besar, sambil memperhatikan bahwa kaki tetap dapat menjangkau pedal gas, kopling, dan rem. Atau kalau mobil anda punya fasilitas tilt steering tinggal didorong ke atas. Sandaran jok diusahakan tak terlampau tegak. Jika perlu tambahkan bantal untuk menyangga tulang punggung.

7. Sabuk pengaman juga jangan dilupakan. Kenakanlah selalu untuk menghindari benturan perut dengan setir jika mobil terpaksa berhenti mendadak. Posisikan sabuk pengaman di bawah perut dan menyilang di paha bagian atas. Jangan memasangnya persis di atas perut, karena bila terjadi kecelakaan, kejutan kencang dari safety belt malah akan mencelakakan janin. Tak perlu ragu atau khawatir sabuk pengaman akan membahayakan bayi dalam kandungan, karena sabuk itu telah didesain agar tidak menekan bagian rongga rahim ibu hamil. [Dari berbagi sumber]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.