INILAH.COM, Paris - Yang dikhawatirkan para ahli terbukti. Virus H1N1 alias flu babi kini bermutasi dam mulai menyebar di dataran Eropa.
"Mutasi ini dapat meningkatkan kemampuan virus tersebut guna mempengaruhi saluran pernafasan dan, terutama, jaringan paru-paru," demikian pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu (28/11).
Badan tersebut juga melaporkan kenaikan kematian akibat H1N1 sebanyak lebih dari seribu dalam satu pekan terakhir. Dua pasien terinfeksi virus bermutasi baru-baru ini dideteksi di Norwegia.
"Salah seorang pasien ini, mutasi ini disertai oleh mutasi lain yang diketahui memberi perlawanan terhadap oseltamivir," lanjut WHO. Pernyataan tersebut merujuk kepada obat utama yang kini digunakan untuk mengobati flu babi, Tamiflu.
Kasus ini merupakan rangkaian pertama virus yang tahan obat yang ditemukan di Prancis di antara 1.200 rangkaian yang telah dianalisis para ahli di Paris. Padahal efektivitas vaksin saat ini tidak dipertanyakan.
Per Jumat (27/11), korban tewas telah mencapai 7.836 di seluruh dunia sejak virus H1N1 pertama kali ditemukan pada April. Tertinggi adalah AS dengan 5.360 kematian, di mana pekan sebelumnya baru 4.806.
Eropa juga melaporkan peningkatan 650 kematian, kenaikan 300 kematian (85%) dari data yang dikirim satu pekan sebelumnya. [*/vin]