INILAH.COM, Jakarta - Panitia khusus Hak Angket Century segera terbentuk. Agar tak masuk angin, Pansus pun dibekali jamu tolak angin agar angket tidak gembos di tengah jalan.
"Yang jelas KIM akan beri jamu tolak angin biar teman-teman enggak masuk angin," ujar Presiden Kabinet Indonesia Muda (KIM) Budiman Sudjatmiko di hotel Maharani, Jakarta, Sabtu (28/11).
Budiman menjelaskan, Pansus Angket Century ini akan menghadapi tuags yang berat. Karena harus mencari setiap sen dana yang hilang dari Rp 6,7 triliun yang telah digelontorkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Jangan sampai kita jadi bangsa jin. Kita harus tahu siapa yang ambil, dipakai oleh siapa," katanya.
Pernyataan serupa juga berasal dari pengamat politik yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri KIM, Boni Hargens. Dia menyatakan, mekanisme angket mesti diserahkan kepada inisiator.
"Jangan sampai angket masuk angin dan jangan sampai dikuasai penumpang gelap," kata dia.
Boni juga menyatakan bahwa kunci dari penyelesaian Century adalah pada hak angket ini. Sehingga proses pemilihan ketuanya dilakukan dengan cara voting dan terbuka.
Selain itu, kata Boni, DPR juga harus berada dalam kontrol publik biar tidak ada intervensi politik ini kuncinya sehingga ada yang diborgol atau tidak. [mvi/mut]