INILAH.COM, Jakarta - Fakta margin laba kotor smartphone yang lebih besar membuat vendor PC ramai terjun ke dalamnya. Acer pun melakukan taruhan besar. Nokia dan BlackBerry tampaknya harus waspada.
Acer mulai bergabung dalam penyerbuan ke pasar ponsel. Untuk tahap awal, perusahaan itu pada Februari telah meluncurkan jajaran ponsel pintar menggunakan software Microsoft Windows Mobile. Sejak saat itu Acer telah mengumumkan lima ponsel lagi termasuk salah satu yang menjalankan Android, platform mobile milik Google.
Pasar ponsel tampak sangat ranum. Penjualan ponsel di seluruh dunia sekitar 1,1 miliar unit tahun ini, termasuk 150 juta ponsel pintar. Angka itu jauh melebihi penjualan komputer pribadi yang diperkirakan mencapai 280 juta unit.
Fakta menunjukkan sampai sekarang, smartphone memiliki margin laba kotor 30% atau lebih, dibandingkan dengan 3% atau 4% untuk komputer berbiaya rendah yang membentuk sebagian besar bisnis Acer.
"Margin [ponsel pintar] akan turun segera setelah pasar tumbuh, tapi masih lebih baik daripada PC," kata Chief Executive Acer Gianfranco Lanci, warga Italia yang membagi waktunya antara Milan dan Taipei dan mengambil alih chief executive pada 2008. Di bawah kepemimpinannya, Acer dengan cepat menjadi pemain kunci di segmen netbook, sebuah tren yang memicu pertumbuhan selama setahun.
Tujuan Lanci adalah untuk membuat Acer menjadi salah satu dari lima penjual ponsel pintar terbesar di 2014. Ia berpendapat, pengalaman Acer sebagai vendor komputer itu memberi keuntungan lebih dibandingkan pembuat ponsel tradisional.
"Konsumen menginginkan pengalaman serupa pada ponsel pintar seperti yang mereka lakukan pada PC," katanya. "Kami memiliki pemahaman yang lebih baik daripada produsen yang datang dari industri telepon."
HP telah menawarkan lini bisnis yang berfokus pada ponsel disebut IPAQ sejak 2004 dan mengatakan telah menjual jutaan unit. HP merencanakan akan mulai menjual ponsel IPAQ baru melalui operator AT&T awal Desember.
Dell dan Lenovo baru-baru ini mengembangkan smartphone untuk China Mobile. Dell juga membuat kesepakatan dengan sebuah operator Brasil dan telah mengisyaratkan bahwa handset serupa akan tersedia di Amerika tahun depan.
Acer bertujuan untuk menang dalam permainan ini dengan menawarkan lebih banyak telepon dan mengeluarkannya dalam waktu dekat. Teleponnya sudah tersedia di 18 negara di seluruh Eropa, Asia dan Timur Tengah, dan Acer mengatakan telah menjual sedikit di bawah 300.000 unit tahun ini.
Lalu apakah vendor baru ini akan memotong pasar telepon seluler Nokia, Apple dan Research In Motion dengan BlackBerry? Nokia hingga kini memimpin dalam penjualan ponsel pintar dengan 38% pangsa pasar, diikuti oleh RIM dengan 19% dan Apple dengan 17%, menurut perusahaan riset IDC.
Sejauh ini satu-satunya perusahaan komputer yang berhasil masuk ke ponsel adalah Apple. Fujitsu dan Panasonic telah berkembang di pasar Jepang, tetapi baru berjuang untuk memperluas pasar ke luar negeri.
"Operator semakin memilih apa yang harus disertakan dalam portofolio mereka karena mereka memiliki banyak pilihan," kata Roberta Cozza, analis di perusahaan riset Gartner.
"Acer telah menawarkan sesuatu yang benar-benar inovatif yang benar-benar merebut perhatian konsumen." Lanci mengakui bahwa Acer harus menghabiskan tahun berikut hanya untuk memperkuat hubungan dengan operator nirkabel.
Acer memiliki Aymar de Lencquesaing, kepala produk ponsel. Selain itu pada September 2008 Acer menghabiskan US$ 275 juta untuk mengakuisisi perusahaan Taiwan E-Ten yang menyediakan De Lencquesaing 100 insinyur pembuat ponsel pintar. Kelompok tersebut telah membengkak menjadi 200 orang di seluruh Eropa, Taipei dan California.
Sebelum membuat prototip, perusahaan itu mensurvei 38.000 konsumen di beberapa benua tentang keinginan mereka. Penelitian mengidentifikasi enam segmen konsumen, termasuk tech-savvy early adopters dan orang-orang yang menggunakan ponsel mereka terutama untuk messaging.
Acer mengurutkan profil menjadi dua kategori fitur dan harga, serta performa tinggi yang dijual seharga US$ 399 atau lebih. Juga kelompok yang lebih terjangkau harganya di bawah US$199. Kami sedang berusaha menjaga model Acer murah dan memberikan nilai kepada konsumen," imbuh De Lencquesaing.
Tetapi mengikat telepon ke komputer tidak selalu membuat ponsel Acer menjadi pembunuh iPhone. Bahkan di negara-negara seperti Italia, di mana Acer sangat popular. Analis Gartner Cozza mengatakan, mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun bagi konsumen untuk melihat Acer sebagai merek ponsel yang layak.
Namun De Lencquesaing menolaknya. Tahun depan Acer akan mengapalkan 50 juta unit, termasuk komputer, monitor dan telepon. "Jutaan pelanggan akan membeli produk-produk. Jika kita ingin menjadi pemimpin di data mobile, maka kita tidak dapat melarikan diri dari smart phone," ujar De Lencquesaing. [mdr]