INILAH.COM, Jakarta Seorang pria yang mengganggu rekan wanitanya di Facebook mengaku karena diperintah oleh Tuhan. Dia ditahan selama 5 bulan atas tindakannya itu.
Seorang pria yang mengirim email pelecehan di Facebook beralasan dia menghubungi gadis tersebut karena perintah Tuhan. Jacques Moore (51) warga Morland Croydon telah dijatuhi hukuman 5 bulan penjara karena melecehkan Kelly Culverhouse (21).
Dia diputus bersalah atas tindakannya di Pengadilan Croydon dan memohon penangguhan. More telah diperingatkan pengadilan untuk tidak mengulangi perbuatannya pada Juli 2007 dan diminta untuk tidak menghubungi Culverhouse.
Namun gangguan berlanjut dan akhirnya dia dipenjara selama 5 bulan atas tindakannya tersebut. Pada 8 Oktober 2009, More menghubungi Culverhouse dan menulis di halaman Facebooknya, "Apa yang harus dipercaya?, siapa yang harus dipercaya?."
"Itu adalah kebenaran yang harus saya ungkapkan dengan jujur dan penuh keberanian. Saya akan menunggu," ujar More.
More yang mempunyai hobi F1, panjat tebing, salsa dan membaca itu menghubungi Kelly dalam situs jejaring sosial Facebook sebanyak tiga kali antara September sampai Oktober 2009 ini.
Dalam interviewnya dengan polisi Jacques mengakui mengirim email kepada Kelly tetapi dia juga menyatakan bahwa dia memiliki alasan yang logis mengapa dia menghubungi Kelly. "Alasan spiritual," katanya.
Dalam sebuah pesannya Jacques menyatakan kepada Kelly bahwa dia merasakan harapan baru dan keberanian ketika Kelly mendoakannya setiap jam 8 pagi. Sebuah pesan lagi menyatakan bahwa jika Kelly tidak menghubungi Jacques, dia akan menunggu Kelly di pemberhentian kereta di waktu biasa.
"Tolong hubungi aku, temui aku atau tinggalkan aku dan kirim aku ke penjara." tambahnya.
Ketika memberikan bukti, Culverhouse mengatakan, "saya sudah stess dengan kabar apapun darinya. Saya cuma tidak mau mendengar sama sekali apapun darinya.[ito]