INILAH.COM, Jakarta - PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) akan berhati-hati untuk melakukan investasi di Timur Tengah. Meskipun perseroan memiliki rencana bisnis di Arab Saudi.Hal itu disampaikan Corporate Secretary PT Total Bangun Persada Elvina Apandi Hermansyah kepada
INILAH.COM, Minggu (29/11). "Semua risiko sudah kami antisipasi. Saat ini Total masih belum mengerjakan proyek apa pun di Sudi Arabia," ujar Elvina.
Elvina menambahkan, Joint Agreement baru ditandatangani awal November 2009. Ia mengatakan, jenis proyek dan nilainya belum diputuskan. "Kami akan lebih berhati-hati ke depannya," tutur Elvina.
Kabar terakhir, Total berencana akan membangun proyek di Saudi Arabia. Total bekerjasama dengan menandatangani joint venture agreement dengan Saudi Mosa Total Limited dan PT Kanz Saptaniaga. Pada proyek joint venture ini porsi saham perseroan sebesar 10%.
Krisis di Timur Tengah datang setelah Dubai World mengumumkan penundaan pembayaran utang sekitar US$60 miliar. Pengumuman penundaan pembayaran ini membuat bursa saham Asia melemah. [hid]