INILAH.COM, Jakarta Dengan adanya krisis Dubai saat ini, Indonesia memiliki peluang menjadi tempat pelarian investor dari negeri minyak tersebut. Walaupun tidak terjadi calam waktu cepat.
Hal itu dikatakan analis investasi PT GMT Aset Manajemen, Nico Simatupang, kepada INILAH.COM Minggu (29/11). Dubai World belum tentu memberikan sentimen negatif, kepanikan sehingga harga komoditas akan menurun. Namun terlalu dini untuk menyimpulkan kondisi ini akan berpengaruh buruk terhadap target investasi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp2.000 triliun, katanya.
Dubai World memberikan shocking therapy terhadap kondisi keuangan global. Tetapi dampak signifikannya hanya akan dialami dalam jangka waktu dekat saja. Malahan untuk investasi, ada kecenderungan investor akan menanamkan modalnya di luar Uni Emirat Arab. Mungkin saja para investor akan keluar dari Uni Emirat Arab, tapi ini juga tidak dalam waktu singkat, ujar Nico.
Kecenderungan intervensi pemerintah Uni Emirat Arab terhadap resesi Dubai World bisa di jadikan variabel yang harus dihitung dalam menentukan kemungkinan yang akan terjadi.
Krisis di Timur Tengah datang setelah Dubai World mengumumkan penundaan pembayaran utang sekitar US$60 miliar. Pengumuman penundaan pembayaran ini membuat bursa saham Asia melemah. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !