inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Dikatakan Pernah Ditipu Soal Bank Century

Sri Mulyani Nangis-nangis

Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Dokumen
Oleh: Bayu Hermawan
Minggu, 29 November 2009 | 16:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dikabarkan pernah menemui seorang pejabat tinggi negara. Saat pertemuan itu, disebut-sebut air mata Sri Mulyani jatuh. Ada apa?

Pengamat politik Johan O Silalahi di sela-sela jumpa pers Tim 9 di Restoran Pulau 2, Minggu (29/11), Jakarta mengatakan Sri Mulyani pernah mendatangi salah satu mantan petinggi negara sampai nangis-nangis. Ketika itu, Sri Mulyani bercerita kalau dirinya telah ditipu.

Sri Mulyani, lanjut Johan, pernah mendapatkan laporan dan jaminan untuk menyelamatkan Bank Century yang berlarut-larut sampai Rp 6,7 triliun. Perintah ini dikatakan atas perintah Boediono.

"Saat ditanya siapa yang menipu ya Gubernur BI (Boediono)," kata Johan yang tidak menyebutkan siapa pejabat tinggi negara yang telah ditemui Sri Mulyani.

Selain itu, Johan mengatakan 3 BUMN yakni Antam, Jamsostek, dan Telkom diduga diintervensi agar menyimpan uang di Bank Century sampai Rp 1 triliun. Penekanan kepada 3 BUMN ini, ujarnya, diketahui Meneg BUMN Sofyan Djalil saat itu.

"Dia idealis dan dia tahu bahwa BUMN diintervensi dan tahu siapa yang menekan. Ini skandal kenegaraan karena melibat para petingga negara," imbuhnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
gandung @ Selasa, 1 Desember 2009 | 14:36 WIB
Sebaiknya cpt diselesaikan saja mulai dr ppatk, bpk, dewan kom bi dan menonaktifkan sri mulyani dan budiono dr kabinet SBY. Smuax akan lancar jk memahami proses hukum dan tata negara.Bravo Demokrasi...!
agreta @ Senin, 30 November 2009 | 11:50 WIB
setuju dengan 2 komentar diatas. hanya manusia sampah yg memberikan statement2 berbau provokasi yg memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Manusia spt itu tdk lebih mulia dr seorang pelacur.
krisna @ Senin, 30 November 2009 | 07:12 WIB
Bukankah si Johan ini yang lembaga risetnya ditutup karena salah memprediksi hasil pemilu? Kita tahu siapa penyandang dananya. Saya yang orang awam pun bisa mencium bau busuknya.
Rakyat pedamba kebenaran @ Minggu, 29 November 2009 | 17:09 WIB
Kpd kawan2 pro kebenaran, saya yakin kita sepakat bahwa kondisi saat ini sangat sensitif. Oleh karena itu tolong sampaikanlah kebenaran saja kpd kami. Hal2 yang masih sumir sebaiknya tdk usah diberitakan, hanya akan menambah ketegangan masyarakat.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.