Minggu, 27 Mei 2012 | 12:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peluang Pelarian Investor Pasca Krisis Dubai
'Harus Jadi Investasi Langsung'
Headline
Hendri Saparini - inilah.com /Dokumen
Oleh: Ari Purwanto
web - Minggu, 29 November 2009 | 18:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta Peluang Indonesia menjadi tempat pelarian investor dari Dubai harus diupayakan sebagai investasi langsung. Kalau hanya portofolio maka hanya sementara saja.

Pengamat ekonomi Hendri Saparini, menjelaskan kemungkinan tersebut sangat mungkin terjadi. Sangat menarik melihat kondisi ini. Indonesia dengan SBI yang tinggi, suku bunga tinggi dan yield tinggi merupakan lahan yang menjanjikan untuk investor. Dan sekarang adalah momentum yang pas untuk melarikan dana investasi tersebut ke Indonesia, paparnya kepada INILAH.COM (29/11) di Jakarta.

Hal yang patut diingat adalah bentuk investasi yang ditawarkan. Jika investasi yang ditawarkan hanya investasi portofolio, keuntungan yang didapatkan hanya sementara, bahkan bisa menimbulkan kerugian, karena sewaktu-waktu aliran dana tersebut dapat ditarik lagi. Lebih menarik jika investasi tersebut berbentuk langsung, karena akan mendorong pertumbuhan sektor riil dan akan bertahan lebih lama dibanding investasi portofolio, ulas Hendri.

Krisis di Timur Tengah datang setelah Dubai World mengumumkan penundaan pembayaran utang sekitar US$60 miliar. Pengumuman penundaan pembayaran ini membuat bursa saham Asia melemah. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
james
Minggu, 29 November 2009 | 19:13 WIB
mimpi kalo mau lari ke indo..jelas2 banyak investor dari timur tengah dan luar lainnya mengeluhkan ttg berubah kepemimpinan berubah aturan.ada yang sudah bikin kontrak dengan guberur A misalnya pas mau mulai proyek pilkada gubernur ganti,,,maka kontrak ditinjau ulang lagi..siapa yang mau kalo gitu...bahkan kalo sdh lolos kontrak pertama nanti mau kontrak berikutnya naik 2x lipat..coba benahi dulu sistemnya..jangan ngimpi..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.