INILAH.COM, Jakarta Peluang Indonesia menjadi tempat pelarian investor dari Dubai harus diupayakan sebagai investasi langsung. Kalau hanya portofolio maka hanya sementara saja.
Pengamat ekonomi Hendri Saparini, menjelaskan kemungkinan tersebut sangat mungkin terjadi. Sangat menarik melihat kondisi ini. Indonesia dengan SBI yang tinggi, suku bunga tinggi dan yield tinggi merupakan lahan yang menjanjikan untuk investor. Dan sekarang adalah momentum yang pas untuk melarikan dana investasi tersebut ke Indonesia, paparnya kepada INILAH.COM (29/11) di Jakarta.
Hal yang patut diingat adalah bentuk investasi yang ditawarkan. Jika investasi yang ditawarkan hanya investasi portofolio, keuntungan yang didapatkan hanya sementara, bahkan bisa menimbulkan kerugian, karena sewaktu-waktu aliran dana tersebut dapat ditarik lagi. Lebih menarik jika investasi tersebut berbentuk langsung, karena akan mendorong pertumbuhan sektor riil dan akan bertahan lebih lama dibanding investasi portofolio, ulas Hendri.
Krisis di Timur Tengah datang setelah Dubai World mengumumkan penundaan pembayaran utang sekitar US$60 miliar. Pengumuman penundaan pembayaran ini membuat bursa saham Asia melemah. [hid]