inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Staf Khusus SBY Bantah Kenal Komisaris Century

Headline
Denny Indrayana - inilah.com /Dokumen
Oleh: Irfan Ali Fauzi
Senin, 30 November 2009 | 01:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Nama Denny Indrayana tiba-tiba dikaitkan dengan pemilik saham Bank Century. Isu inilah yang kemudian disebut-sebut menjadi pemicu munculnya fitnah, dan membuat Presiden SBY dalam pidatonya terlihat emosional dan menyebut isu itu sebagai fitnah keji.

Isu ini beredar sejak sepekan ini. Mulanya, hanya diantara wartawan. Tapi, lama-lama jadi pergunjingan di kalangan politisi.

Hanya saja, saat para politisi itu dimintai informasi lengkapnya, mereka menolak. Malah, mereka tidak mau dikutip sebagai sumber informasi.

Diduga, isu ini muncul setelah pidato Presiden SBY yang membantah bahwa tidak ada dana Bank Century yang masuk ke Istana Negara. Kalau ada isu seperti itu, adalah fitnah yang keji.

Isu yang berkembang menyebutkan, sejak tahun 2004, Robert Tantular, salah satu pemegang saham di PT Bank Century, Tbk, dikabarkan sudah mulai mendekati orang-orang yang aktif berhubungan dengan Istana Negara.

Diisukan, Robert Tantular rajin membangun jaringan agar bisa berkenalan dengan orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dan mendapat posisi formal di lingkaran satu Istana Negara.

Nah, di situlah nama Staf Khusus Bidang Hukum Presiden, Denny Indrayana disebut-sebut jadi salah satu target Robert
Tantular. Kabarnya, Denny sendiri tidak begitu tahu tentang siapa itu Robert Tantular. Sebab, Denny sendiri memang aktif sehingga biasa ketemu dengan orang-orang baru.

Sebagai seorang akademisi dan aktivis hukum, kabarnya Denny memang tidak banyak kenal dengan para pengusaha.

Apalagi pengusaha seperti Robert Tantular, pemegang saham di Bank Century yang tidak masuk kategori bank papan atas itu. Jadi, kalaupun kenal, mungkin hanya kenalan sebatas angin lalu saja.

Robert Tantular dikabarknya akhirnya berhasil berkenalan dengan Denny. Sampai akhirnya, bulan Agustus 2008, Denny Indrayana diangkat sebagai Staf Khusus bidang Hukum Presiden.

Nah, dengan modal kenal orang Istana itulah dikabarkan Robert Tantular mulai melakukan gerilya untuk mendapatkan nasabah besar.

Tapi, setelah Robert Tantular ditangkap dan divonis penjara empat tahun dan denda Rp 50 miliar karena melanggar Pasal 50 Undang-undang no 10 tahun 1998 tentang Perbankan, hubungan Robert dengan orang dekat Istana putus.

Robert Tantular sendiri diketahui bersekongkol dengan saudaranya, Dewi Tantular menarik dana Bank Century sebesar 18 juta dolar. Kedua bersaudara yang jadi pemegang saham Bank Century ini sempat menjadi buronan polisi terkait penggelapan dana di bank mereka sendiri.

Ketika isu ini diklarifikasi kepada Denny Indrayana, lelaki yang juga anggota Tim 8 itu malah tertawa.

"Ha... ha... ha... Ada-ada saja ini. Nggak kenal lah. Saya saja baru dengar adanya isu ini," ujar Denny kepada INILAH.COM melalui telepon, Minggu (29/11).

Ketika disampaikan pada Denny bahwa isu ini sudah beredar di kalangan wartawan dan beberapa politisi, Denny menegaskan:"Ya, silahkan sajalah diisukan. Namanya juga pejabat publik. Isu apa saja boleh."

Setelah itu, Denny tertawa lagi dan menutup pembicaraan.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.