inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Aksi Dukung Kapolri, Tolak KPK

'Internal Polri Busukkan BHD'

Headline
Effendy Ghazali - inilah.com /Dokumen
Oleh: Irvan Ali Fauzi
Senin, 30 November 2009 | 08:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Aksi pendukung Kapolri yang sempat bentrok dengan massa KOMPAK lainnya mencoreng citra Polri. Bahkan, aksi itu bisa dianggap sebagai upaya pembusukan dari internal Polri.

Pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali menilai aksi massa tandingan, seperti yang terlihat dalam aksi di Bundaran HI Minggu 29 November kemarin yang mendukung Kapolri dan menuntut dibubarkannya KPK dinilai bakal merugikan citra Polri.

Selain itu, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan aksi massa merupakan alat pembusukan untuk Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang dibuat oleh rivalnya sendiri di internal kepolisian.

"Saya khawatir meski ini mendukung Kapolri, bisa jadi ini pembusukan untuk Kapolri," ujar Effendy kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (30/11).

Massa yang mengatasnamakan masyarakat umum, namun enggan mengidentifikasi dari organisasi apapun itu terkesan sebagai massa bayaran. Mereka menuntut dibubarkannya KPK dan mendukung Kapolri. Tidak hanya itu mereka berusaha membubarkan aksi yang dilakukan oleh KOMPAK. Sementara aksi KOMPAK sendiri tidak mengusung isu KPK, namun menuntut pengusutan kasus Bank Century.

"Itu berbahaya bagi Kapolri, kesannya membenturkan rakyat. Sepertinya ini konflik internal Polri. Ada oknum di dalam tubuh Polri yang tidak senang dengan kebijakan Kapolri," terang Effendy. [van/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.