INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono, hari ini menghadiri perayaan 10 tahun keberadaan Komnas Perempuan. Hadir di perayaan itu puluhan perempuan korban dari berbagai kasus kekerasan dan konflik di Indonesia.
Dalam acara yang dimulai Senin (30/11), pukul 09.30 WIB di Auditorium BPPT, Jakarta, itu, SBY sekaligus menerima laporan Komnas Perempuan. Yakni, tentang segala bentuk kekerasan terhadap perempuan yang terjadi dalam empat dasawarsa sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Perayaan 10 tahun Komnas Perempuan bertema Kita Bersikap: Empat Dasawarsa Kekerasan terhadap Perempuan dalam Perjalanan Bangsa ini juga menghadirkan puluhan perempuan korban kekerasan dari berbagai situasi konflik di Indonesia.
Mereka korban kekerasan lebih empat dekade. Antara lain, perempuan korban peristiwa 1965, konflik di Aceh, Papua, Maluku, Poso, kerusuhan Mei 1998, serta perempuan korban serangan terhadap Jemaat Ahmadiyah.
Selain itu, juga hadir sejumlah perempuan pembela HAM dari 14 negara di Asia. Serta perwakilan dari Komisi Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss.
Ketua Komnas Perempuan Kamala Chandrawinata berharap, kehadiran SBY dalam perayaan tersebut dapat mengajak setiap elemen bangsa untuk memberikan kesempatan bicara yang seluas-luasnya. Sehingga, para perempuan korban kekerasan dapat terbebas dari segala bentuk kekerasan.[*/nuz]