INILAH.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi (Dirjen MinerbaPabum) mengatakan lokasi tambang Nikel Rio Tinto di Sulawesi kembali ada masalah dengan kontrak pertambangan (KP).
"Rio Tinto kembali bermasalah, ada KP baru yang mengambil lahan tambang Nikel milik Rio Tinto. Selain itu ada pula masalah perbatasan antara dua propinsi Sulawesi Tenggah dan Sulawesi Tenggara. Kami akan membantu Rio Tinto menyelesaikan masalahnya," kata Dirjen Minerba Bambang Setiawan di Jakarta, Senin (30/11).
Sebelumnya, Rio Tinto sudah memiliki masalah tumpah tindih lahan dengan PT Group Bintang Delapan, tetapi sudah selesai.
Manager Community Relations and External Affairs Rio Tinto, Budi Irianto ketika dihubungi INILAH.COM, mengakui telah terjadi masalah tersbut. Namun, menurutnya, masalah itu masih masalah klasik soal perebutan wilayah antara dua propinsi, Sulawesi Tengah dan Tenggara.
"Sebenarnya itu soal masalah perselisihan perbatasan antara Konawe dengan Morowali, dan ini masalah lama. Ini masalah internal Pemerintah RI, dan kami senang ESDM berkomitmen membantu memecahkannya," katanya.
Sementara terkait status eksplorasi Dairi Prima, di mana sampai sekarang Perpres soal penambangan bawah tanah belum selesai, Bambang menjelaskan sekarang ini Dairi Prima baru saja melakukan eksplorasi, tetapi bukan eksploitasi karena Perpresnya belum ada. "Kemarin kami membahas soal Perpres underground di Seskab, harapannya dalam waktu dekat bisa selesai," katanya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !