INILAH.COM, Dubai - Pengembang asal Emirat yang bertanggung jawab atas krisis World Dubai, meminta pembekuan sukuk untuk tiga perusahaan mereka.
"Nakheel meminta kami membekukan sukuk (obligasi Islam) pada posisi saat ini hingga mereka dalam posisi untuk memaparkan kepada masyarakat," papar otoritas bursa NasdaqDubai, seperti dilansir Straits Times, Senin (30/11).
Sukuk yang dibekukan itu atas nama Nakheel Development Ltd., Nakheel Development 2 Ltd., dan Nakheel Development 3 Ltd. Permintaan ini menyusul pengumuman pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk membekukan utang-utang Dubai World, induk perusahaan Nakheel.
Sukuk Nakheel sebesar US$3,5 miliar jatuh tempo pada 14 Desember mendatang. Terhentinya Nakheel ini sekaligus menghambat mega konstruksi Dubai. Yakni pembangunan Palm Island, pulau buatan terbesar dunia serta menara Dubai, yang tingginya mencapai 1 kilometer.
Secara total, utang Dubai mencapai US$80 miliar, dengan US$60 miliar ditanggung Dubai World. Sementara itu, bursa saham Dubai terjun bebas hingga 7,4% atau lebih dari 215 poin ke 2.690,58 jika dibandingkan penutupan akhir pekan lalu pada 2.910,16. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !