INILAH.COM, Jakarta - Aksi unjuk rasa Komite Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) yang digelar Minggu (29/11) dianggap tidak peka terhadap kepentingan umat Islam yang sedang menjalani ritual ibadah Idul Adha. Ini catatan penting bagi para aktivis untuk refleksi dan mawas diri.
Sejumlah ulama menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa untuk menuntut pengusutan tuntas kasus Bank Century itu bertepatan dengan Hari Tasyrik. Dalam pandangan kaum Muslim, demo di Hari Tasyrik jelas mencederai umat Islam, karena hari tersebut merupakan hari mulia.
"Demo di Hari Tasyrik jelas mencederai umat Islam, karena hari itu merupakan hari mulia. Pusasa saja diharamkan saat Hari Tasyrik saking mulianya hari itu. Apalagi bagi kaum muslim, Hari Tasyrik juga menjadi hari libur," kata Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia Eggy Sudjana.
Sebagian umat Islam, termauk kaum Muslim puritan, memang meradang, dan mengirim sms protes ke mana-mana sebagai protes atas aksi Kompak itu. meski itu adalah hak aktivis Kompak untuk berdemo.
Eggy Sudjana menegaskan, aksi Kompak harus dikecam karena masih dalam suasana Idhul Adha, di mana seluruh umat Islam diseluruh dunia memperingati simbol pengorbanan Nabi Ibrahim AS kepada anaknya Ismail. "Kami tak melarang Kompak berdemo, namun jangan pada hari Tasyrik," kata Eggy lagi.
Sementara sosiolog dari Universitas Indonesia Kastorius Sinaga meminta agar aksi demo tidak lagi dilakukan pada hari libur apalagi dalam suasana Idul Adha, yang bisa menyeret umat Islam kepada kesalahpahaman. "Kompak ini kan gerakan secara moral. Gerakan moral itu harusnya tidak terkontaminasi agenda politik tertentu," tandasnya.
Kompak yang latang menyuarakan antikorupsi, ternyata malah mengkorupsi hak sebagaian warga Jakarta yang memanfaat hari libur itu. Pada Minggu (29/11) itu, sebagaian masyarakat Jakarta memanfaatkan car free day. Namun ternyata pada hari itu banyak orang bergerombol, tapi bukan melakukan kegiatan olah raga, melainkan mencaci maki, berteriak dan berorasi menuntut penuntasan kasus Bank century.
"Sebagai umat islam, saya meradang. Bukannya ini adalah masih dalam suasana Idhul Adha, di mana seluruh umat Islam di seluruh dunia merayakan simbol pengorbanan Nabi Ibrahim AS kepada anaknya Ismail," kata seorang pembaca INILAH.COM yang tinggal di kawasan Halimun, Manggarai, Jakarta Selatan.
Yang menyedihkan lagi, kata dia, dalam aksi tersebut Kompak yang dipimpin Fajroel Rachman ini membawa serta artis Trio Macan yang dianggap sebagai 'simbol seks' bagi masyarakat kebanyakan.
Demonstrasi yang dilakukan Komite Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) memang nyaris berujung ricuh. Selain karena dilarang oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, demonstrasi itu nyaris adu jotos dengan kelompok masa lain yang pro Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Bundaran Hotel Indonesia, harusnya menjadi area bebas publik, bukan didominasi oleh kelompok tertentu yang justru membuat kumuh kawasan HI. Saat hari bebas kendaraan bermotor, masyarakat boleh lari pagi, bersepeda, atau mendengarkan orasi. Namun, aktivitas orasi jangan sampai membuat Bundaran HI menjadi kumuh, cetusnya.
Urusan demontrasi sebenarnya telah diatur dalam UU No 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Dalam aturannya tentang hak dan kewajiban pasal 6, disebutkan kewajiban para pendemo menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain; menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum; menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum; dan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
Ironisnya, keberadaan aksi unjuk rasa yang melukai perasaan umat Islam itu mendapat dukungan luas dari media massa. Terbukti pada pemberitaan sejumlah media yang tidak mempersoalkan aksi unjuk rasa yang masih berada dalam atmosfer Idul Adha itu. Malah tak sedikit media yang justru mengecam aksi unjuk rasa tandingan terhadap unjuk rasa yang digelar oleh Kompak itu. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !