INILAH.COM, Jakarta - Dua peristiwa bunuh diri terjadi dalam semalam. Meski berada di dua tempat yang berbeda, diduga dua peristiwa tersebut memiliki keterkaitan satu dengan lainnya.
Ditengah ramainya berita soal aliran dana Bank Century dan penghentian kasus pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, terselip dua peristiwa yang begitu menyayat hati. Yakni adegan bunuh diri di dua tempat yang berbeda.
Kejadian pertama terjadi di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (30/11). Perempuan berumur 24 tahun yang diketahui bernama Ice Juniar melakukan aksi terjun bebas sekitar pukul 16.00 WIB. Aksi yang disaksikan keluarganya itu dilakukan dari lantai 5 Mall elit tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV Grand Indonesia, sebelum melakukan aksinya, Ice sempat mendatangi reiling (pembatas eskalator). Kemudian, ia memanjat dan menjatuhkan diri.
Perempuan putih berambut panjang itupun terjatuh dan tersangkut di pegangan eskalator di lantai upper ground. Jenazah Ice tersangkut di pegangan eskalator dengan kepala menghadap ke bawah.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Iptu Sutrisno, Ice yang merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itu datang ke Jakarta untuk berobat. Ia mengatakan, kedatangannya bersama keluarganya, seperti ibu kandung dan tantenya.
Namun, polisi belum dapat mengidentifikasi motif dibalik aksi tersebut, apakah bunuh diri atau tidak. Jenazahnya tengah diotopsi di RSCM.
Selang tidak berapa lama aksi serupa terjadi di pusat perbelanjaan Senayan City. Aksi itu dilakukan oleh seorang pria berumur 22 tahun yang belakangan diketahui Rino Fadilah.
Pria yang bertempat tinggal di Kompleks Patra Senayan ini terjun dari lantai lima Senayan City sekitar pukul 20.15 WIB. Sebelum loncat, pria yang berkulit putih ini sempat berlari kecil.
Hingga akhirnya ia terjun bebas dari lantai lima. Sebelum mendarat di lantai dasar, tubuh sempat membentur kaca eskalator yang berada di lantai 1.
"Akibatnya, korban mengalami patah tulang, terutama dibagian punggung dan dada. Posisi miring ke kanan," ujar Sutrisno.
Ketika mendarat di ground floor Senayan City, menurut saksi mata yang berada di lokasi, Rino masih hidup. Namun tubuhnya ditutupi kain hitam. Tak lama kemudian ia dibawa ke RS Polri. Namun ketika dalam perjalanan ia meninggal. Jasad Ice dan Rino diotopsi di RSCM.
Mengenai motif dari Rino sendiri, Polsek Tanah Abang juga belum dapat memastikan, apakah bunuh diri atau tidak. Termasuk mengaitkan kasus keduanya, karena terjadai dalam waktu yang berdekatan.
"Kasus ini tidak ada hubungannya dengan kasus di Grand Indonesia. Belum ada dugaan apa-apa, karena kasus ini masih dalam penyelidikan," pungkas Sutrisno. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !