INILAH.COM, Mataram - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengungkapkan, pemerintah menyiapkan insentif kepada operator yang membangun infrastruktur Palapa Ring.
Menurut Tifatul, dana yang dibutuhkan untuk membangun proyek Palapa Ring cukup besar mencapai sekitar US$ 150 juta.
"Ini tentu berat jika dikerjakan oleh satu perusahaan saja," katanya.
Proyek Palapa Ring merupakan pembangunan tulang punggung (backbone) serat optik yang diinisiasi pemerintah. Backbone itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut, dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah.
Proyek ini membentuk tujuh cincin melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di seluruh Indonesia.
Penggelaran jaringan optik Telkom meliputi Mataram-Kawinda Nae sepanjang 292,3 km, Kawinda Nae-Raba (142,5 km), Raba-Waingapu (307,5 km), Waingapu-Ende (210,1 km), dan Ende-Kupang (285,4 km).
Untuk itu, diutarakan Tifatul, dibentuk konsorsium demi meringankan pembiayaan termasuk dengan memberikan insentif dalam pembiayaannya.
"Pemerintah bangga Telkom dapat menggelar jaringan sebagai inisiatif awal, diharapkan diikuti oleh yang lainnya," kata Tifatul.
Namun ia tidak merinci lebih lanjut bentuk insentif yang akan diberikan. "Ini masukan yang baik. Insentifnya dalam bentuk apa...nanti kita bicarakan," katanya.
Sementara itu Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, juga enggan memberi tanggapan soal insentif.
"Kita (Telkom) tunggu pemerintah saja," kata Rinaldi.
Menanggapi hal itu, Ketua Kadin Bidang Telekomunikasi Johnny Swandi Sjam menyarankan, pemerintah harus turun tangan dengan memberi insentif berupa keringanan pajak dan pendanaan.
"Dengan pemberian insentif diharapkan pembangunan proyek Palapa Ring dapat terealisasi secara utuh," kata Johnny.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !